> >

Upaya Jokowi Jadi Juru Damai Hingga Ratusan Warga Luhansk dan Donetsk Berusaha Keluar dari Ukraina!

Vod | 26 Juni 2022, 21:05 WIB

KIEV, KOMPAS.TV - Empat bulan berlalu, sejak Rusia menggempur Ukraina.

Tanda berhentinya perang belum juga tampak.

Dalam kondisi ini, Presiden Jokowi berupaya jadi juru damai dengan berkunjung ke Ukraina dan Rusia hingga sepekan ke depan.

Misi utamanya, bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Presiden Rusia, Vladimir Putin agar para pemimpin yang berkonflik, mau membuka dialog membangun perdamaian.

Bertandang dalam kondisi perang, pengamanan RI-Satu jadi antisipasi utama.

39 pasukan pengamanan presiden berlaras panjang, akan melekat kepada Jokowi.

Jokowi, jadi pemimpin di Asia pertama yang berkunjung pertemuan dengan Ukraina dan Rusia setelah perang berkecamuk.

Baca Juga: Misi Jokowi Masuk Wilayah Perang Rusia-Ukraina, Buka Dialog Perdamaian hingga Gencatan Senjata

Tak hanya berdampak bagi Rusia dan Ukraina, sebagai produsen dan eksportir utama sejumlah komoditas, konflik kedua negara juga turut menghantam perekonomian global.

Sementara itu di Ibu Kota Kiev, Ukraina rudal meledak di dekat Kedutaan Besar Amerika Serikat di Kiev, yang hanya berjarak 6 kilometer dari Alun-Alun Kemerdekaan Kiev.

Wali Kota Kiev menyebut, setidaknya dua korban terluka dalam insiden itu.

Ratusan warga Kota dan Desa Luhansk dan Donetsk, Eksodus, berusaha keluar dari Ukraina Timur akibat serangan Rusia.

Mereka memenuhi kereta evakuasi, berangkat dari Kota Pokrovsk menuju Dnipro dan kota-kota lain lebih jauh ke barat.  

300 warga perempuan dan anak-anak pergi karena wilayah terdampak pertempuran Rusia – Ukraina.

Pasukan Rusia juga mencoba memotong Kota strategis Lisicansk di Ukraina Timur.

Rusia juga meluncurkan serangan rudal ke daerah yang jauh dari jantung pertempuran timur.
 

Penulis : Aisha-Amalia-Putri

Sumber : Kompas TV


TERBARU