> >

Desa Terisolasi, Siswa SD di Lumajang Harus Lewati Jalur Berbahaya untuk Pergi ke Sekolah

Vod | 24 Januari 2022, 17:28 WIB

LUMAJANG, KOMPAS.TV - Puluhan siswa sekolah dasar di Lumajang, Jawa Timur harus berjuang melintasi jalur aliran lahar hujan yang masih dipenuhi batu dan lumpur.

Berjalan dengan hati-hati, anak-anak berseragam sekolah dasar ini tengah melintasi sisa-sisa material aliran lahar hujan yang sempat menerjang sejumah wilayah di Lumajang, Jawa Timur.

Senin (24/1/2022) pagi merupakan hari yang dinanti-nanti oleh para pelajar ini karena setelah satu bulan lamanya mereka hidup terisolasi, akhirnya dengan penuh semangat mereka bisa berangkat kembali ke sekolah.

Banyak dari para siswa ini diantar oleh orangtua mereka ke sekolah, namun tak sedikit pula mereka yang berjalan kaki sendiri.

Selain siswa, para orang tua juga mengaku senang anak-anak mereka bisa masuk sekolah kembali.

Baca Juga: Sopir Truk Panik Banjir Lahar Hujan Semeru Datang Lagi

Namun, mereka masih menyimpan kekhawatiran lantaran jalan darurat yang dibuat saat ini terbilang masih cukup berbahaya.

Sebab selain masih banyaknya bebatuan besar, tanjakan jalan darurat juga licin karena terbuat dari pasir.

Para pelajar dan warga lain bisa kembali berkegiatan di luar desa mereka setelah petugas dari kementerian PUPR mengalihkan arus sungai lahar hujan Semeru.

Petugas telah membuatkan jalan darurat agar bisa mempermudah akses jalan satu dusun yang terisolasi.

Meski demikian, warga berharap jalan permanen bisa segera dibuat agar mereka tidak khawatir dengan jalan darurat yang licin dan berbatu.

Baca Juga: Bupati Lumajang Temui Pelaku Penendang Sesajen, Ini Katanya..

Penulis : Shinta-Milenia

Sumber : Kompas TV


TERBARU