> >

Bjorka Kembali Beraksi, Diduga Bocorkan 44 Juta Data MyPertamina, Bebas Edar di Forum Hacker

Internet | 10 November 2022, 17:42 WIB
Tangkapan layar Bjorka mengeklaim telah meretas 44 juta data MyPertamina. (Sumber: Istimewa/Twitter/@secgron)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Peretas yang kerap membeberkan sejumlah data pribadi masyarakat Indonesia, Bjorka, kembali beraksi. Ia diduga telah meretas 44 juta data MyPertamina dan dijual di forum hacker, Breached Forum, Kamis (10/11/2022).

Bjorkan mematok harga 25.000 dolar AS atau sekitar Rp392 juta untuk data lengkap MyPertamina yang diduga telah ia retas. Data yang diungkap memuat seperti nama, nomor induk kependudukan (NIK), nomor pokok wajib pajak (NPWP), alamat, alamat email atau surel, nomor telepon, hingga pendapatan.

Tak hanya itu, ia juga memberikan sejumlah sampel dari data yang diduga ia retas. Belum ada konfirmasi atau penjelasan dari pihak Pertamina terkait aksi peretasan ini.

Baca Juga: Mahfud MD: Itu Bjorka Ndak Ada Apa-Apanya!

Sebelumnya, Bjorka mengancam akan membocorkan data MyPertamina pada September 2022 silam. Ancaman itu untuk mendukung aksi protes warga terkait kenaikan bahan bakar minyak (BBM).

"Untuk mendukung orang-orang yang berjuang melakukan demonstrasi di Indonesia terkait harga BBM, saya akan mempublikasikan database MyPertamina segera," tulis Bjorka seperti dilaporkan Kompas.com, Kamis.

Bjorka tercatat pernah meretas data pemerintah. Selain itu, ia diduga telah mengambil data pribadi konsumen Indihome hingga surat Presiden Joko Widodo, dan dokumen Badan Intelijen Negara (BIN).

Baca Juga: Polri Bangun Komunikasi dengan Pihak Luar Ungkap Sosok Hacker Bjorka

Tak berhenti di sana, Bjorka juga sempat bikin gempar usai membocorkan miliaran data registrasi nomor seluler lengkap dengan NIK.

Data pribadi Ketua DPR RI Puan Maharani, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, hingga Menteri Kominfo Johnny Gerard Plate juga sempat diungkap.

Meski demikian, seluruh pihak yang jadi sasaran peretasan, kompak menyangkal adanya kebocoran data.

 

Penulis : Danang Suryo Editor : Vyara-Lestari

Sumber : Kompas.com


TERBARU