> >

Studi Microsoft Ungkap WFH Bikin Gen-Z Lebih Stres Bekerja

Internet | 25 Maret 2021, 16:36 WIB
Ilustrasi work from home (Sumber: Pixabay/Junjira Konsang)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Setahun belakangan, sistem bekerja dari rumah atau work from home (WFH) banyak diterapkan oleh perusahaan untuk meminimalisir penyebaran Covid-19.

Meski begitu, survei Microsoft melaporkan jika tren WFH membuat pekerja generasi Z merasa lebih stres dan kesulitan. Laporan tersebut diungkap dalam survei berjudul "Work Trend Index 2021" yang dirilis Senin (22/3/2021).

Baca Juga: Studi Microsoft: Tingkat Kesopanan Warganet Indonesia Terburuk Se-Asia Tenggara

Studi ini dilakukan sejak 12-25 Januari 2021 dan melibatkan 31.000 responden dari 31 negara. Dari jumlah tersebut, sebanyak 73 persen responden berharap opsi bekerja dari rumah atau WFH masih dapat dilakukan meski setelah pandemi berakhir.

Para pekerja dari kalangan Generasi Z juga tercatat lebih memilih untuk melamar pekerjaan di perusahaan yang menawarkan sistem WFH ketimbang bekerja penuh di kantor.

Namun, laporan yang sama juga menunjukkan bahwa 60 persen pekerja Gen-Z di rentang usia 18-25 tahun mengaku WFH membuat mereka lebih stres dan kesulitan bekerja.

Baca Juga: Kurangi Bekerja di Atas Tempat Tidur Saat WFH, 6 Dampak untuk Kesehatan

Bukan tanpa alasan, hal ini dilatarbelakangi oleh Generasi Z yang kebanyakan merupakan pekerja yang baru memulai kariernya.

Manajer Pemasaran Produk Microsoft yang juga merupakan pekerja Gen-Z, Hannah McConnaughey berpendapat ada dua hal yang membuat Gen-Z kesulitan bekerja dari rumah di masa pandemi.

Yang pertama adalah kesulitan membangun rasa saling terhubung dengan rekan kerja, dan yang kedua pekerja Gen-Z sulit membangun networking.

Penulis : Gempita Surya Editor : Eddward-S-Kennedy

Sumber : Kompas TV


TERBARU