> >

Wamenkes Sebut Jemaah Haji Meninggal Dunia Capai 21 Orang: Tertinggi dalam Empat Tahun Terakhir

Agama | 7 Juni 2023, 04:40 WIB
Ilustrasi ibadah haji.Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan hingga saat ini, terdapat 21 jemaah haji yang meninggal dunia di Arab Saudi. (Sumber: Kemenag.go.id)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan hingga saat ini, terdapat 21 jemaah haji yang meninggal dunia di Arab Saudi.

Menurut penuturannya, data sementara tersebut merupakan yang tertinggi dalam empat tahun terakhir, ketika operasional penyelenggaraan ibadah haji memasuki hari ke-15.

"Memang dari evaluasi sampai saat ini ada 21 yang sudah wafat. Ini yang tertinggi dalam empat tahun terakhir," kata Dante dalam konferensi pers virtual, Selasa (6/6/2023).

"Mudah-mudahan akan tidak semakin meningkat dan akan kami upayakan semaksimal mungkin," ujarnya.

Dante mengatakan, pada tahun ini, jemaah haji lanjut usia (lansia) juga paling banyak jika dibandingkan dengan empat tahun terakhir.

Menurut penjelasannya, jumlah jemaah haji lansia sebanyak 45,7 persen dari total jemaah haji.

Baca Juga: Ini Penampakan Bus Sholawat, Fasilitas yang Permudah Jemaah Haji Beribadah ke Masjidil Haram!

"Jemaah lansia yang ada pada saat tahun ini adalah yang tertinggi dibandingkan 4 tahun terakhir, sebanyak 45,7 persen," ucapnya.

"Beberapa penyakit yang sudah teridentifikasi antara lain adalah penyakit jantung, hipertensi yang paling banyak, kemudian diabetes dan penyakit paru-paru," imbuh Dante.

Lebih lanjut, Dante menyebut, pihaknya telah menyiapkan tenaga kesehatan di Tanah Suci mencapai 1.917 orang. Tenaga kesehatan tersebut terdiri dari dokter, dokter spesialis, dan perawat.

"Kami sudah menyediakan 1.917 tenaga kesehatan yang akan membantu para jemaah. Terdiri dari 537 dokter dan 1.074 perawat, kemudian 306 dokter spesialias," jelasnya.

Ke depan, kata dia, pihaknya akan menyediakan tenaga psikolog dan psikiater sebagai tambahan atau penguatan medis. 

"Mungkin pada beberapa tahun ke depan kita juga memerlukan tenaga psikolog atau psikiater sebagai tambahan dan penguatan tenaga medis," beber dia.

Baca Juga: Cuaca di Mekkah Panas! Jemaah Diimbau Tak Paksakan Diri saat Jalankan Ibadah Umrah & Haji



 

Penulis : Isnaya Helmi Editor : Vyara-Lestari

Sumber : Kompas TV


TERBARU