> >

Kisah Wafatnya Sayyidah Fatimah di Awal Ramadan, Langit pun Menangis seperti Khalifah Ali

Beranda islami | 26 Maret 2023, 06:40 WIB
Ilustrasi bulan Ramadan. Berikut ini merupakan kisah Sayyidah Fatimah dan Ali bin Abi Thalib. (Sumber: Ist-)

 

JAKARTA, KOMPAS.TV - Awal puasa Ramadan tahun ke-11 Hijriah merupakan salah satu hari yang bersejarah dalam islam, sekaligus salah satu peristiwa yang memilukan.

Pasalnya, ketika puasa Ramadan yang harusnya menjadi bulan penuh kegembiraan, putri tercinta Nabi Muhammad, yakni Sayyidah Fatimah Az zahra wafat.

Beliau wafat di hari ketiga Ramadan, ketika usianya 28 tahun. Umat Islam di seluruh dunia waktu itu menangis.

Dikisahkan, Sayyidah Fatimah adalah putri yang paling dicintai Nabi Muhammad, dan merupakan seorang ulama perempuan yang begitu dihormati. 

Suami dari Sayyidah Aisyah, Khalifah Ali bin Abi Thalib, pun tak kuasa menahan tangis dan terpukul akibat berpulangnya sang kekasih keharibaan Allah SWT. 

Dinukil dalam buku Wanita-Wanita Kebanggaan Islam karya Umar Ahmad ar-Rawi, dikisahkan Ali bin Abi Thalib memimpin langsung salat jenazah dan menguburkan istri tercintanya itu.

Baca Juga: 17 Ramadan, Kisah Pilu Wafatnya Aisyah Istri Nabi Muhammad

Dikisahkan dalam buku tersebut, Ali bin Thalib langsung yang memimpin prosesi salat jenazah dan mengantarkan istrinya tercinta sampai ke pemakaman. 

Umat Islam pun menangis, bahkan digambarkan langit pun turut menangis mengantarkan kepergian putri Nabi Muhammad bersama Ummul Mukminin Sayyidah Khadijah tersebut. 

Khalifah Ali bin Abi Thalib yang berusaha tegar pun tak kuasa menahan tangis, apalagi ketika ia berada di rumah dan terkenang sang istri.

Keduanya dikarunia beberapa anak, yakni putra ada Hasan dan Husain, serta satu lagi Muhsin yang wafat saat kecil. Sedangkan untuk bayi perempuan ada Ummu Kultsum dan Zainab.  

Baca Juga: Ibnu Muljam dan Kisah Pembunuhan Keji Khalifah Ali bin Abi Thalib di Bulan Ramadan

Ali bin Thalib pun tiap hari menziarahi kekasihnya tersebut.

Pada suatu hari, ia menangis di atas kubur istrinya dan ia melantunkan syair yang menyentuh:

Setiap lewat di kubur seorang kekasih seraya mengucapkan salam,

Ia tak mau menjawab salamku?

Hai, kubur, kenapa engkau tak mau menjawab salam memanggil-manggil penghunimu?

Apakah engkau telah bosan mempertemukan aku dengannya?

Kisah Sayyidah Fatima dan Khalifah Ali bin Abi Thalib sendiri merupakan salah satu satu kisah cinta yang paling abadi dalam sejarah Islam, sebuah kisah yang menyentuh dan kerap dikisahkan oleh para ulama-ulama sampai hari ini. Wallahu a'lam.

 

Penulis : Dedik Priyanto Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Kompas TV


TERBARU