> >

Pesan Nabi Muhammad saat Pasanganmu Jadi Sosok yang Bucin

Beranda islami | 12 September 2021, 17:23 WIB
Ilustrasi pasangan: terkadang kita mencintai terlalu berlebihan. (Sumber: Kompas.tv/Ant.)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Sudah seharusnya kita mencintai pasangan dengan sepenuh hati. Tapi, bagaimana jika kamu atau pasanganmu berubah menjadi sosok yang bucin (budak cinta) dan terlalu berlebihan (overprotektif)?

Padahal, sebenarnya bucin itu tidak apa-apa loh. Namun, terjebak bucin yang berlebihan seperti ini bisa sangat mengganggu.  Mulai dari saling curiga, menguntit (stalker) hingga melarang-larang aktivitas kita.

Efeknya, baik jadi bucin maupun jadi pasangannya akan tidak asyik lagi. Perpisahahan, perceraian dan mungkin kekerasan dalam hubungan sangat mungkin terjadi. Tentunya, kita tidak ingin hal ini terjadi dengan hubungan kita.

Baca Juga: Curhat Muslimah kepada Nabi Saat Kehilangan Kekasih yang Dicintainya

Lantas, bisakah sikap bucin maupun overprotektif ini dihindari?

Nabi Muhammda mengingatkan kita jauh-jauh hari untuk senantiasa bersikap wajar-wajar saja dalam sebuah hubungan. Jatuh cinta dengan sewajarnya. Bahkan, ketika membenci juga pun dengan kadar yang biasa saja.  

Tidak terlalu benci, tidak terlalu mencintai secara berlebihan. Sederhana itu dalam membina sebuah hubungan cinta. Begitulah seharusnya.

Rasulullah SAW bersabda,"Ahbib habibaka haunan ma, 'asa an yakuuna baghidloka yauman ma. Wa abghidl baghidloka haunan ma, 'asa an yakuuna habibaka yauman ma"

"Cintailah kekasihmu sekadarnya saja, sebab bisa jadi suatu saat kelak kamu akan membencinya, dan jika kamu benci seseorang,  bencilah dengan sewajarnya saja, sebab mungkin kelak suatu saat mungkin kamu akan mencintainya". (HR. Tirmidzi).

Nah, hadis di atas benar-benar menyentil kita. Bagaimana seharusnya kita mencintai pasangan kita agar tidak terjebak pada kebucinan yang berlebihan hingga membuat pasangan kita tidak nyaman.

Penulis : Dedik Priyanto Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas TV


TERBARU