> >

PSI Tegaskan Tidak akan Pernah Berkoalisi dengan PKS di Pilkada Manapun

Politik | 6 Agustus 2020, 13:34 WIB
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie, Jiexpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (11/4/2019). (Sumber: CHRISTOFORUS RISTIANTO/KOMPAS.com)

SOLO, KOMPAS TV - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyatakan tidak akan pernah berkoalisi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di pemilihan kepala daerah atau Pilkada manapun.

"Kami tidak akan pernah berkoalisi dengan PKS di pemilihan kepala daerah manapun," demikian hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PSI Solo, Antonius Yogo Prabowo di Solo, Jawa Tengah pada Kamis (6/8/2020).

Yogo menegaskan hal itu untuk memastikan bahwa PSI Solo masih pada pendiriannya untuk tetap mendukung pasangan Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa dalam Pilkada Solo 2020.

Baca Juga: Cak Imin Ajak Grace Natalie dan Yusril Ihza Mahendra Masuk PKB

Menurut dia, pihaknya perlu menyampaikan demikian karena ada sebuah desain yang dirancang untuk menentang pencalonan Gibran dan Teguh pada Pilkada Solo.

Desain tersebut, kata Yogo, dirancang dengan melibatkan sejumlah partai politik. “Desainnya PKS, PAN dan PSI yang mengunci. Gerindra sudah lepas dari skenario karena mendukung (Gibran-Teguh),” kata Yogo.

Yogo mengaku, partainya di Solo yang memiliki satu kursi di parlemen mendapat tawaran uang untuk meloloskan pasangan calon penantang yang diusung oleh PDI-P, 

"Jadi kemarin ada tawaran ke PSI supaya masuk ke gerbong supaya bisa diajak berkoalisi meloloskan Pak Purnomo (Achmad Purnomo)-Anung (Anung Indro Susanto) itu tawaran pasangannya," ucap Yogo. 

Baca Juga: Ketua Umum PSI Grace Natalie Siap Hadapi Proses Hukum

Yogo menilai, tawaran untuk meloloskan pasangan ini nilainya cukup fantastis. Terlebih lagi bagi PSI yang merupakan parpol pendatang baru.

"Ada nominal yang ditawarkan. Dan ini menurut kami tanda petik tersanjung sebagai pendatang baru di dunia politik. Pencapaian kami ternyata ada harganya. Nilainya fantastis, di luar dugaan mendekati Rp 1 miliar," ujar dia.

Yogo menyebut, bahwa parpol yang menawarinya untuk meloloskan pasangan penantang Gibran-Teguh tidak memiliki kursi di parlemen. 

Meski demikian, Yogo enggan menyebut parpol itu. Yogo mengatakan, sudah berkoordinasi dengan DPP PSI terkait tawaran tersebut.

Penulis : Tito-Dirhantoro

Sumber : Kompas TV


TERBARU