> >

3 Pemudik Dikarantina di Gudang Kosong, Tiap Malam Menangis Didatangi Hantu

Berita daerah | 25 April 2020, 15:58 WIB
Ilustrasi bayangan hitam seperti hantu. (Sumber: Pixabay)

SRAGEN, KOMPAS TV - Tiga pemudik yang berada di Desa Sepat, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, diketahui menangis tiap malam selama menjalani karantina di gudang tas karena didatangi hantu.

Kepala Desa Sepat, Mulyono, mengatakan ketiga pemudik yang menjalani karantina di ‘rumah hantu’ itu merupakan warga Desa Sepat yang baru datang dari Jakarta, Lampung, dan Kalimantan.

Mereka menyerah menjalani karantina di tempat yang sudah disediakan tersebut karena mengaku didatangi sosok hantu.

“Rumah hantu itu memang disiapkan pemerintah desa dan tim Satgas Covid-19 Desa Sepat bagi para pemudik yang tidak tertib menjalani karantina mandiri di rumah,” kata Mulyono seperti dikutip kompas.com pada Sabtu (25/4/2020).

Baca Juga: Pemudik Bandel Siap-Siap Dikarantina di Rumah Angker

Mulyono menjelaskan, ketiga pemudik tersebut dianggap tidak tertib saat menjalani karantina mandiri di rumahnya masing-masing. 

Karenanya, ketiganya dijemput tim Satgas Covid-19 Desa Sepat untuk menjalani karantina di rumah hantu.

Baru beberapa hari menjalani karantina di rumah hantu, ketiga pemudik meminta dipulangkan ke rumahnya masing-masing. 

"Dua hari mereka nangis-nangis terus. Tiap malam malam katanya didatangi dan dibayang-bayangi hantu di gudang ksosng tersebut," ucap Mulyono.

Setelah kejadian itu, orang tua para pemudik menemui Mulyono tiga kali. Mereka memohon agar anaknya dapat menjalani karantina mandiri di rumah selama 14 hari.

Penulis : Tito-Dirhantoro

Sumber : Kompas TV


TERBARU