> >

Viral Kakek ODP Corona Ngamuk Saat Dievakuasi, Ancam Bunuh Diri dan Meludahi Petugas

Berita daerah | 22 April 2020, 21:13 WIB
Petugas medis menggunakan hazmat dan alat pelindung diri (Sumber: KompasTV)

LOMBOK BARAT, KOMPAS TV - Seoraang kakek berstatus orang dalam pemantauan (ODP) terkait Covid-19 melawan petugas medis dan aparat keamanan karena menolak saat hendak diamankan.

Aksi tersebut yang terekam dalam sebuah video itu kemudian viral setelah beredar di media sosial.

Camat Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, Jamaludin, mengklarifikasi soal video terkait seorang kakek-kakek yang mengamuk saat hendak dibawa oleh petugas medis berpakaian alat pelindung diri (APD) lengkap. Diduga, HM memiliki riwayat gangguan kejiwaan.

Dalam keterangan resminya, Jamaludin menyampaikan, kakek tersebut berinisial HM. Dia merupakan warga Desa Sigeraongan, Kecamatan Lingsar.

Baca Juga: Mengamuk, PDP Peserta Ijitima Gowa Ingin Temui Orang Tua

Kakek tersebut ditetapkan sebagai ODP corona dengan sataus reaktif usai melakukan rapit diagnostik test (RDT) pada Minggu (19/4/2020). 

Jamaludin menuturkan, saat hendak dievakuasi, terjadi perlawanan yang sangat sengit antara HM dan petugas medis beserta beberapa personel Polisi dan TNI. HM pada saat itu mengancam akan bunuh diri.

"Saat evakuasi berlangsung alot, karena yang bersangkutan mengancam petugas dengan senjata tajam berupa pisau cutter untuk melukai dirinya," kata Jamaludin pada Rabu (22/4/2020)

Selain itu, kata Jamaludin, HM beberapa kali ingin melukai petugas menggunakan parang, sehingga meminta aparat petugas untuk bersikap persuasif.

"Dia bahkan beberapa kali mengacungkan parang ke kita, evakuasi berhasil sekitar 30 menit lamanya," kata Jamaludin.

Penulis : Tito-Dirhantoro

Sumber : Kompas TV


TERBARU