> >

Pasien Dalam Pengawasan Virus Corona di Bantul Meninggal, Ternyata Baru Datang dari Bekasi

Berita daerah | 20 Maret 2020, 00:54 WIB
Ilustrasi jenazah (Sumber: Kompas.com)

BANTUL, KOMPAS TV - Seorang pasien dalam pengawasan (PDP) atau terindikasi virus corona di Kabupaten Bantul, Yogyakarta meninggal pada Rabu (18/3/2020). Setelah ditelusuri riwayatnya, pasien tersebut ternyata baru datang ke Bantul dari Bekasi, Jawa Barat.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penularan Infeksi Covid-19, Kabupaten Bantul, Tri Wahyu Joko Santosa, mengatakan seorang PDP meninggal saat mendapatkan perawatan di RSUD Panembahan Senopati.

Namun demikian, pihaknya belum bisa memastikan apakah yang bersangkutan positif Covid-19 karena masih menunggu hasil laboratorium. 

Baca Juga: Presiden Jokowi Perintahkan Gelar Rapid Test Massal Virus Corona, Seperti Apa?

"Memang ada (pasien PDP meninggal) tetapi hasil laboratoriumnya belum keluar apakah positif atau tidak, PDP impor dari Bekasi," kata Tri Wahyu seperti dikutip Kompas.com pada Kamis (19/3/2020).

Menurut dia, pasien dalam pnegawasan tersebut berusia sekitar 70 tahun. Korban baru saja datang karena anaknya tinggal di Bantul. Sebelum dirawat, pasien saat datang kerumah sakit mengalami sesak nafas.

Lebih lanjut, Tri menjelaskan, hingga saat ini ada tujuh PDP yang dirawat di rumah sakit rujukan di Kabupaten Bantul. Rinciannya,  5 pasien di RSUD Panembahan Senopati, dan 2 pasien di RS PKU Muhammadiyah Bantul.

Sementara 41 orang dalam pengawasan (ODP) di Bantul, kata dia, mereka tinggal di rumahnya masing-masing.

Baca Juga: Tidak Terima, Anggota DPRD Ini Emosi Disebut Sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona

Kepala Humas RSUD Panembahan Senopati Bantul, Siti Rahayuningsih, membenarkan ada PDP Covid-19 yang meninggal saat menjalani perawatan. 

Namun demikian, saat dirujuk ke RSUD Panembahan Senopati Bantul kondisi pasien memang sudah drop. Pasien juga sudah diambil swab sampel, namun hasilnya belum keluar.

"Jadi belum bisa dipastikan penyebab kematiannya karena hasil laboratorium belum keluar," kata Siti. 

Penulis : Tito-Dirhantoro

Sumber : Kompas TV


TERBARU