> >

Misteri 11 Makam Hilang di Maros, Ternyata Ini Sebabnya

Berita daerah | 5 Februari 2020, 17:46 WIB

MAROS, KOMPAS.TV - Warga di Maros, Sulawesi Selatan digegerkan dengan peristiwa tanah ambles yang membentuk lubang menganga di areal perkebunan yang digunakan sebagai tempat pemakaman keluarga.

Fenomena alam ini membuat kaget warga yang bermukim di sekitar lokasi, pasalnya selain berdekatan dengan pemukiman, belasan kuburan warga juga hilang.

Setidaknya terdapat 11 makam (kuburan) warga yang ikut menghilang akibat tertimbun kedalam lubang menganga yang diakibatkan insiden tanah ambles.

Beberapa bagian nisan makam warga juga terlihat berserakan di dasar lubang setelah insiden terjadi.

Tidak hanya itu, sejumlah pepohonan di sekitar lokasi ikut terkena dampak terbawa ke dasar lubang.

Tanah amblas atau yang dikenal dengan fenomena sinkhole ini terjadi di areal perkebunan milik warga yang juga merupakan lokasi pemakaman keluarga di Dusun Ujung, Desa Pattiro Deceng, Kecamatan Camba, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Fenomena tanah amblas diketahui oleh warga terjadi secara tiba-tiba disertai suara gemuruh dengan membentuk lubang menganga sebanyak 4 lubang di sekitar lokasi yang saling berdekatan, serta memiliki diameter dan kedalaman yang bervariasi hingga mencapai panjang 5-7 meter dengan kedalaman 4 meter.

Kehadiran sejumlah lubang menganga akibat tanah amblas ini juga mulai mengkhawatirkan warga yang bermukim di sekitar lokasi kejadian, apalagi jarak pemukiman warga hanya berkisar sekitar 20 meter saja.

Belum lagi fenomena serupa diperkirakan masih akan terjadi jika hujan mengguyur wilayah ini.

Untuk menghindari terjadinya korban jiwa akibat tanah amblas, sejumlah petugas juga telah mensterilisasikan lokasi dengan membentangkan garis polisi agar warga tidak mendekat ke lubang.

Fenomena tanah amblas atau sinkhole ini diketahui oleh warga terjadi setelah sebelumnya wilayah ini digenangi oleh luapan air sungai

Kepala Desa Pattiro Deceng, Abdul Kadir menyebutkan tanah amblas membentuk empat lubang serupa di satu lokasi. Kejadian itu berada di dekat pemukiman warga setempat.

"Lokasi yang amblesnya itu di kebun-kebun yang kebetulan jadi pemakaman keluarga dari warga. Ada sekitar lima makam yang ambles," kata Abdul Kadir, saat dikonfirmasi IDN Times, Senin (3/2).

Peristiwa amblesnya tanah di lingkungannya, kata Kadir terjadi, pada Minggu (2/2), sekitar pukul 07.15 Wita. Saat itu, katanya, dia menerima informasi dari warganya bahwa tanah yang ada di sekitar pemukiman ambles.

Setelah menerima informasi tersebut, dia bersama sejumlah aparatur desa lainnya bergegas menuju lokasi setempat. Di lokasi ditemukan empat lubang serupa, yang jaraknya tidak begitu jauh.

Ukuran lubang diperkirakan Kadir mencapai luas empat empat meter dengan kedalaman lima meter.

"Informasi awalnya itu warga liat itu pohon tiba-tiba tumbang ada suara-suara, gemuruh karena karena berhubung di situ kan kebun," ucap Kadir.

Kadir menjelaskan, sehari sebelum tanah amblas terjadi, air sungai yang letaknya tidak begitu jauh dari lokasi setempat sempat meluap. Meluapnya air sungai, akibat intensitas hujan lebat dalam dua hari terakhir yang melanda sebagian besar daerah di Sulsel, termasuk di Maros.

Tidak dapat diprediksi, meluapnya air sungai kata Kadir ternyata berdampak pada menyusutnya permukaan tanah di kawasan itu. Lokasi amblesnya tanah disebutkan Kadir, tidak berada jauh dari pemukiman warga.

"Jaraknya itu sekitar 20 meter dari rumah warga. Di dalam lubang itu juga ada air. Mungkin luapan dari sungai di situ," sebut Kadir.

Lebih lanjut kata Kadir, pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait untuk penanganan lanjutan amblesnya tanah. Baik pihak kepolisian, pemerintah daerah hingga ahli yang membidangi persoalan tanah.

Kadir juga belum bisa memastikan, apakah kejadian amblesnya tanah di lingkungannya, serupa dengan fenomena sinkhole yang terjadi di Dusun Tana Takko, Desa Lebbo Tengae, Kecamatan Cenrana Maros, Desember 2019 lalu.

"Itu yang kita belum tahu karena belum ada tim ahli yang turun. Di lokasi juga sudah dipasangi garis polisi supaya warga setempat tidak ada yang mendekat untuk mengantisipasi," ujar Kadir.

Tidak ada korban jiwa dilaporkan dalam peristiwa itu. Lima makam yang ikut ambles lanjut Kadir, rencananya akan direlokasi oleh pihak keluarga dibantu aparatur pemerintah desa dan pemda.

Penulis : KompasTV-Makassar

Sumber : Kompas TV


TERBARU