> >

Ketua DPD RI: Indonesia Punya Daerah Penghasil Garam, tapi Masih Saja Impor

Jawa timur | 27 Januari 2024, 23:05 WIB
Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti dalam sidang Tahunan MPR RI, Rabu (16/8/2023). (Sumber: Tangkap Layar Kompas TV.)

PAMEKASAN, KOMPAS.TV - Masuknya garam impor dinilai bisa dihentikan jika seluruh pihak yang berkepentingan bekerja sama untuk meningkatka produksi garam dalam negeri. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai impor garam Indonesia mencapai 135,3 juta dolar Amerika Serikat atau setara dengan 2,8 juta ton garam.

Hal itulah yang menjadi perhatian serius Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti.

Saat berkunjung ke Pamekasan, Madura, Jawa Timur, LaNyalla menilai impor garam menjadi persoalan pelik yang harus segera dicarikan jalan keluarnya.

Pasalnya, Indonesia punya daerah-daerah penghasil garam, termasuk Pamekasan sebagai bagian dari Pulau Madura yang memang memiliki keunggulan komparatif sebagai pulau penghasil garam. 

Baca Juga: Kekeringan, Petani Tambak Alihfungsi Lahan Ke Produksi Garam

Menurut LaNyalla, pekerjaan besar Indonesia menghentikan impor garam menjadi penting sebagai bagian dari upaya menindaklanjuti Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 126 Tahun 2022 tentang Percepatan Pembangunan Pergaraman Nasional. 

Salah satu upaya untuk menghentikan impor yakni menaikkan Kadar Natrium Clorida (NaCL) garam rakyat atau garam krosok, sehingga dapat memenuhi standar kebutuhan garam konsumsi dan garam industri.

Berdasarkan data Universitas Brawijaya Malang pada Agustus 2023, garam di pulau Madura menguasai sekitar 30 persen lahan tambak nasional. 

Produksi garam Madura ikut menyumbang sekitar 35 persen atau 600 ribu ton dari total produksi garam nasional.

Penulis : Johannes Mangihot Editor : Vyara-Lestari

Sumber : Kompas TV


TERBARU