> >

Analisis BMKG soal Gempa M 5,9 yang Guncang Banten, Dipicu Deformasi Lempeng Indo-Australia

Banten | 3 Januari 2024, 11:55 WIB
Foto arsip. Warga melihat kondisi rumah yang rusak akibat gempa di Kadu Agung Timur, Lebak, Banten, Jumat (14/1/2022). Banten kembali diguncang gempa pada Rabu (3/1/2024) pagi tadi. (Sumber: Kompas.tv/Ant)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 5,9 mengguncang wilayah Banten, Rabu (3/1/2024) pagi tadi.

Hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan gempa bumi yang terjadi pukul 07.53 WIB ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,7.

Episenter gempa bumi tersebut terletak pada koordinat 7,57° LS ; 106,17° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 77 Km arah Barat Daya Sukabumi, Jawa Barat pada kedalaman 63 km.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono menyebut gempa tersebut merupakan jenis gempa kedalaman menengah akibat adanya deformasi batuan dalam Lempeng Indo-Australia yg tersubduksi ke bawah Lempeng Eurasia.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan pergerakan geser-naik ( oblique thrust )." kata Daryono dalam keterangan tertulis, Rabu. 

Baca Juga: Gempa Bumi M 5,9 Guncang Banten Pagi Ini, Tak Berpotensi Tsunami

Di sisi lain, gempa bumi ini dirasakan di sejumlah daerah, diantaranya di Surade, Sukabumi dengan skala IV MMI, di Pelabuhan Ratu, Cianjur, Panggarangan, Lebak, Garut dengan skala III MMI.

Kemudian di Lembang, Bandung Barat, Cimahi dengan skala II-III MMI, dan Tangerang Selatan dengan skala II MMI.

Skala MMI (Modified Mercalli Intensity) adalah satuan untuk mengukur kekuatan gempa bumi.

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami," jelasnya.

Lebih lanjut Daryono menyebut hingga pukul 08.30 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).

"Sehingga masyarakat tdk perlu takut dan khawatir, tetaplah beraktivitas seperti biasa," ucapnya.

Baca Juga: Gempa Sumedang: Pemprov Jabar Siapkan Tenda Khusus Opname dan Operasi bagi Pasien yang Alami Trauma

 

Penulis : Isnaya Helmi Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV, bmkg.go.id


TERBARU