> >

Saat Pernyataan Ade Armando soal Politik Dinasti dapat Kecaman Warga Yogyakarta di Jakarta

Jabodetabek | 5 Desember 2023, 16:55 WIB
Sejumlah massa yang tergabung dalam Paguyuban Masyarakat Ngayogyakarta Untuk Sinambungan Keistimewaan (Paman Usman) mengecam pernyataan Ade Armando, kader PSI yang menyinggung politik dinasti Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (4/12/2023). (Sumber: KOMPAS TV)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Pernyataan Kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ade Armando yang menyinggung politik dinasti di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendapat kritik dari masyarakat. 

Tak hanya di Yogyakarta, warga Kota Gudeg tersebut yang ada di Jakarta juga memasang spanduk kecaman terhadap pernyataan Ade Armando. 

Beberapa spanduk tersebut terpasang di jalan Gunung Sahari. Spanduk kecaman warga Yogyakarta itu dipasang dipagar pembatas jalan sebelum lampu merah Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat. 

Kemudian terpasang di seberang Gedung Pertunjukan Wayang Orang Bharata Purwa di Jalan Pasar Senen, Jakarta Pusat. Spanduk dipasang di pagar pembatas jalan. 

Kemudian ada juga di kawasan Megaria, Jakarta Pusat. Spanduk yang terpasang tersebut bertuliskan Ade Armando Penista UU Keistimewaan Yogyakarta dan Penghina Sejarah Kemerdekaan RI. 

Baca Juga: Tak Terima Ade Armando Singgung Politik Dinasti DIY, Warga Yogyakarta Unjuk Rasa di Kantor DPW PSI!

Dalam spanduk tersebut juga terlihat, wajah Ade Armando dicoret dengan tanda silang berwarna merah.

Kantor PSI Didemo

Adapun sejumlah massa yang tergabung dalam Paguyuban Masyarakat Ngayogyakarta Untuk Sinambungan Keistimewaan (Paman Usman) mendatangi kantor DPW PSI Yogyakarta di Jalan Miliran, Muja-muju, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, DIY.

Mereka meminta tindakan tegas PSI terkait pernyataan kadernya yang sudah menyinggung warga Yogyakarta. Massa merasa tersinggung soal pernyataan Ade Armando yang menyebut DIY telah mempraktikkan politik dinasti.

Perwakilan Paman Usman yang juga ketua Sekretariat Bersama (Sekber) Keistimewaan, Widihasto menyatakan kehadirannya ke Kantor DPW PSI Yogyakarta bersama warga lainnya untuk menuntut PSI secara kelembagaan melakukan tindakan yang tegas kepada Ade Armando.

Pihaknya memberikan waktu selama dua hari sampai dengan hari Rabu untuk PSI menentukan sikap. Jika tuntutan tersebut tidak dijalankan pihaknya akan membersihkan simbol-simbil PSI di DIY.

Baca Juga: PDIP Gugat Ade Armando Rp200 Miliar Gegara buat Konten Video "Megawati Ngamuk"

Penulis : Johannes Mangihot Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV


TERBARU