> >

Siasat Handono Tutupi Kamar Tempat Jasad Fitriani Dicor di Blitar, Sebut Tempat Simpan Pusaka

Jawa timur | 25 November 2023, 17:07 WIB
Subagyo menunjukkan lubang di lantai kamar rumah Suprio Handono di mana Fitriani (21) ditemukan tinggal tulang belulang, Jumat (24/11/2023). (Sumber: KOMPAS.COM/ASIP HASANI)

BLITAR, KOMPAS.TV - Kakak ipar Suprio Handono (31), Sugeng Riyadi, membongkar siasat adik iparnya dalam menutupi kamar tempat jasad Fitriani (21) yang dicor di sebuah rumah di Desa Bacem, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Hal ini diungkapkan oleh kakak ipar Handono yang lain, Subagyo (53).

Menurut Subagyo, rumah tersebut dua bulan lalu dijual oleh Handono kepada kakak iparnya, Sugeng Riyadi.

Subagyo mengatakan bahwa Handono sempat meminta ke Sugeng untuk tidak membuka salah satu kamar yang pintunya digembok.

Saat itu, Handono beralasan kamar tersebut merupakan tempat untuk menyimpan pusaka.

Baca Juga: Kronologi Pembunuhan Fitriani yang Jasadnya Dicor di Blitar: Suami Sempat Serahkan ke Pria Lain

“Dia (Handono) pernah cerita ke Sugeng, katanya itu (kamar) tidak usah dibuka, itu (tempat menyimpan) keris,” kata Subagyo, Jumat (24/11/2023).

Mendengar hal itu, ia tak curiga. Sebab, Handono memang dikenal gemar mengoleksi barang-barang antik.

Siasat tersebut terbukti tak ampuh karena Sugeng Riyadi memutuskan untuk merenovasi rumah yang dibelinya dari Handono. Alhasil, kamar yang pintunya digembok itu pun dibuka paksa pada Selasa (21/11).

Pekerja pun menemukan adanya bekas cor yang baru di lantai kamar tersebut. Penasaran, cor-coran itu pun dibuka dan ditemukanlah kerangka manusia.

“Waktu pekerja menggali cor di kamar, saya sempat melihat. Saya juga membantu menaikkan cor,” cerita Subagyo, seperti dikutip dari Tribun Jatim.

Penulis : Fiqih Rahmawati Editor : Vyara-Lestari

Sumber : Tribun Jatim


TERBARU