> >

Dalang Percobaan Pembunuhan Anggota Polda Metro Jaya Ternyata PHL Dishub DKI Jakarta

Banten | 9 November 2023, 11:14 WIB
Polres Metro Tangerang Kota menggelar konferensi pers pengungkapan kasus percobaan pembunuhan terhadap Anggota Direktorat Pamobvit Polda Metro Jaya, Bripka Taufan Febrianto di Mapolres Tangerang Kota pada Rabu (8/11/2023). (Sumber: KOMPAS.com/M Chaerul Halim)

TANGERANG, KOMPAS.TV - Otak atau dalang percobaan pembunuhan terhadap anggota Direktorat Pam Obvit Polda Metro Jaya, Bripka Taufan Febrianto ternyata pegawai Dinas Perhubungan atau Dishub DKI Jakarta berinisial AI.

Diketahui, Bripka Taufan hendak dibunuh pelaku AI bersama dua rekannya di Jalan Tol Tanah Tinggi, Batuceper, Kota Tangerang, Banten, pada Rabu (18/10/2023) sekitar pukul 20.30 WIB.

Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota Kompol Rio Mikael Tobing mengatakan AI merupakan pekerja harian lepas (PHL) di Dishub DKI Jakarta.

Baca Juga: Detik-detik Anggota Polda Metro Jaya Nyaris Dibunuh, Korban Dijebak dan Hendak Ditikam Pakai Badik

"Tersangka AI yang merencanakan (percobaan pembunuhan). Dia (AI) PHL di Dishub DKI Jakarta," kata Rio di Mapolres Tangerang Kota pada Rabu (8/11/2023).

Kompol Rio mengungkapkan, pelaku AI dan korban Bripka Taufan merupakan teman lama. Mereka mengenal satu sama lain. Perkenalan mereka terjadi saat keduanya sama-sama berdinas di Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

"Dari dulu sudah berteman sejak lama, awal mulanya berkenalan itu pada saat dinas di Kepulauan Seribu," ucap Rio dikutip dari Kompas.com.

Karena pertemanan itulah, kata Rio, korban Bripka Taufan percaya ketika pelaku AI berdalih meminta tolong supaya ditemani menemui rekan bisnisnya. 

Belakangan, korban Bripka Taufan dijebak. Korban diajak pelaku menemui rekan bisnis ternyata hendak dibunuh pelaku bersama dua rekannya berinisial N dan S.

Baca Juga: Fakta Kasus Mutilasi Sleman, Kenal di Grup FB Tak Wajar hingga Beraktivitas Berlebihan hingga Tewas

"Hubungan (pertemanan) itu terus berlanjut sampai saat kejadian, kemarin. Oleh sebab itu, korban merasa percaya kepada tersangka," tutur Rio.

Saat berada di tol, ketiga pelaku yang sudah merencanakan niat jahatnya kemudian menarik dan mengikat korban menggunakan tali yang telah disiapkan. 

Penulis : Tito Dirhantoro Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Kompas TV/Kompas.com


TERBARU