> >

Sosok yang Disebut Menyuruh Tersangka Lakukan Inses dengan Anak Kandung Ternyata Bukan Dukun

Jawa tengah dan diy | 24 Juli 2023, 16:47 WIB
R (57) tersangka pembunuhan tujuh bayi hasil inses dengan anaknya saat pers rilis di Mapolresta Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (27/6/2023). R mengaku membunuh untuk ritual pesugihan, tetapi hingga kini masih miskin. (Sumber: Kompas.com/Fadlan Mukhtar Zain)

BANYUMAS, KOMPAS.TV - Sosok yang disebut-sebut menyuruh tersangka R (57) melakukan inses dengan anaknya, kemudian membunuh bayi hasil hubungan mereka di Banyumas, Jawa Tengah, ternyata bukan dukun.

Penasihat hukum tersangka, Sri Widiyanto mengatakan, kliennya memang mengaku melakukan perbuatan itu setelah berbicara dengan seseorang. Namun, orang tersebut bukanlah dukun atau semacamnya.

"Saya tanyakan (kepada tersangka) itu bukan dukun," kata Sri Widiyanto saat rekonstruksi di Kelurahan Tanjung, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin (24/7/2023).

Ia menjelaskan, setelah ditelurusi, ternyata yang dimaksud dengan perintah hanyalah sebatas obrolan biasa antara tersangka dengan orang tersebut.

"Itu hanya pembicaraan biasa, kemudian diyakini karena (tersangka) ingin menjadi kaya," ungkap Sri Widiyanto.

Baca Juga: Polresta Banyumas Bongkar Makam Tahanan Curanmor untuk Otopsi

Diketahui, menurut pengakuan tersangka pada polisi, ia melakukan perbuatan itu untuk ritual pesugihan atas perintah seseorang yang berasal dari Klaten, Jawa Tengah.

Namun, menurut polisi, sosok yang disebut sebagai guru spiritual itu telah meninggal dunia sejak 2012 silam.

Berkaitan dengan rekonstruksi yang dilaksanakan, anggota tim kuasa hukum lainnya, Sudiro mengatakan, berjalan sesuai dengan berita acara pemeriksaan (BAP) tersangka.

"Proses rekonstruksi lancar. Keterangan (tersangka) sama dari awal, tidak ada yang janggal, dari pemeriksaan sampai rekonstruksi semua sama," kata Sudiro.

Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Fadhilah

Sumber : Kompas.com


TERBARU