> >

Sederet Fakta Kecelakaan KA Brantas di Semarang pada Malam Satu Suro

Jawa tengah dan diy | 19 Juli 2023, 05:20 WIB
Bangkai truk yang berhasil dievakuasi dari atas jembatan Kereta Api Kokrosono, banjir kanal barat (BKB) menggunakan crane. Bangkai truk ringsek imbas kecelakaan dengan Kereta Api Brantas KA 112 relasi Pasar Senen-Blitar di kota Semarang, Selasa (18/7/2023) malam. (Sumber: Tribun Jateng/ Iwan Arifianto)

SEMARANG, KOMPAS.TV - Kereta Api Brantas dengan nomor KA 112 relasi Pasar Senen-Blitar mengalami kecelakaan di palang pintu Jalan Madukoro Raya Semarang, Jawa Tengah.

Kereta yang mengangkut sekitar 615 penumpang itu menabrak truk peti kemas tak bermuatan di jalur perlintasan. Sempat terjadi ledakan saat kereta menabrak badan truk yang melintang di perlintasan. 

Berikut sederet fakta kecelakaan KA Brantas di Semarang

Truk Mogok

Kecelakaan ini berawal saat truk yang melintas dari arah utara menuju selatan mogok di tengah perlintasan rel kereta. 

Saat melintas palang pintu masih dalam keadaan terbuka. Tiba-tiba di tengah perjalanan melintasi rel, truk mogok. 

Baca Juga: Kecelakaan Kereta di Semarang Disebabkan Truk Mogok, 1 Korban Luka karena Lompat dari Gerbong

Tak lama Brantas KA 112 relasi Pasar Senen-Blitar melintas dan menabrak bagian depan truk yang berada di tengah rel kereta. Akibatnya truk terseret hingga ke jembatan Kereta Api Kokrosono dan terjadi ledakan. 

Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar menjelaskan tidak ada korban jiwa dari kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 19.32 WIB, Selasa (18/7).

Kejadian tersebut hanya menyebabkan satu penumpang perempuan alami luka-luka akibat meloncat dari gerbong kereta ketika kecelakaan. Korban tersebut sudah mendapatkan perawatan medis. 

Penyebab truk mogok belum diketahui, selepas itu sopir dan kernet truk meminta bantuan kepada petugas  palang pintu kereta.

"Truk tidak menerobos tapi mogok, palang pintu belum tertutup," ujar Kombes Irwan.

9 Perjalanan Terhambat

Manager Humas PT KAI Daop IV Semarang Ixfan Hendri Wintoko menjelaskan akibat kecelakaan tersebut dua jalur kereta api tidak bisa dilalui. Akibatnya sembilan perjalanan penumpang kereta terpaksa mengalami keterlambatan. 

KA 112 Brantas mengalami penundaan selama 87 menit. Kemudian delapan perjalan kereta lainnya yakni; KA 178 Kamandaka 66 menit, KA 199F Kaligung 80 menit, KA 111 Brantas 26 menit.

Baca Juga: Api dari Ledakan Truk yang Tertabrak Kereta di Semarang Berhasil Dipadamkan

Kemudian KA 129 Gumarang 55 menit, KA 220 Kertajaya 27 menit, KA 20F Argo Merbabu 47 menit, KA 160 Joglosemarkerto 14 menit, KA 58 Brawijaya 6 menit.

Saat ini api pada lokomotif KA Brantas sudah berhasil dipadamkan. Untuk rangkaian kereta eksekutif 2 ke belakang, sudah berhasil ditarik mundur menuju Stasiun Jerakah.

Proses evakuasi gerbong kereta api di jalur hulu diperkirakan selesai pada Rabu (19/7) pagi ini.

"Evakuasi harus selesai segera agar bisa dilewati dan untuk meminimalisir keterlambatan yang lebih tinggi lagi," ujar Ixfan dalam keterangan tertulisnya, Selasa (18/7).

Malam Satu Suro 

Penulis : Johannes Mangihot Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV


TERBARU