> >

Lokananta Bersolek, Puan Maharani Berharap Bisa Jadi Tempat Berkumpulnya Anak Muda

Jawa tengah dan diy | 11 Juni 2023, 06:20 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani berkunjung ke Museum Lokananta di Solo, Jawa Tengah, pada Sabtu (10/6/2023). (Sumber: Instagram @puanmaharaniri)

SOLO, KOMPAS.TV - Ketua DPR RI Puan Maharani berkunjung ke Museum Lokananta di Solo, Jawa Tengah, yang merupakan warisan indrustri rekaman Indonesia. Ia pun berharap, Lokananta yang telah bangkit dan bersolek bisa menjadi tempat berkumpul anak-anak muda agar prestasi musik tanah air bisa semakin gemilang.

Puan mengunjungi Museum Lokananta yang berada di Jl. Ahmad Yani, Kerten, Laweyan, Solo, Sabtu (10/6/2023). 

Politikus PDI Perjuangan itu datang ke Lokananta yang baru direvitalisasi didampingi oleh Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakosa.

“Saya sangat gembira hari ini, berada di sini, di Museum Lokananta, yang merupakan warisan budaya kita yang sangat berharga. Lokananta adalah simbol sejarah dan peradaban musik kita, yang telah memberikan kontribusi besar bagi perjalanan seni dan budaya di Indonesia,” kata Puan dalam rilis yang diterima Kompas TV.

Lokananta adalah perusahaan musik pertama dan satu-satunya milik negara yang memiliki banyak koleksi musik legendaris berformat piringan hitam maupun kaset pita. 

Lebih dari itu, Lokananta juga memiliki studio rekaman yang masih bisa digunakan hingga saat ini.

Studio rekaman di Lokananta masih tetap mempertahankan produksi analog untuk musik-musiknya yaitu dengan memproduksi musik dalam format kaset pita. 

Puan pun berharap, Lokananta bisa kembali berjaya setelah direvitalisasi oleh Pemerintah.

“Museum ini, sebagai rumah bagi rekaman musik tertua di Indonesia, adalah monumen untuk keberagaman dan kreativitas yang mencengangkan dari bangsa kita," tutur perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.

Dalam kesempatan tersebut, Puan juga diajak tur museum yang dipandu oleh seniman yang juga pengasuh Lokananta, Anggit Wicaksono.

Puan meninjau sebuah ruangan yang menampilkan linimasa sejarah Lokananta. Di ruangan tersebut juga terdapat display set gamelan Lokananta Kyai Sri Kuncoro Mulyo.

Gamelan itu konon telah ada sejak jaman Pangeran Diponegoro dan diboyong ke Solo pada 1937. 

Selain itu, Puan juga melihat diskografi yang merupakan koleksi piringan hitam kuno musik-musik lokal bersejarah yang ditata secara rapi.

Adapula diorama sejarah karya Gesang, gramofon pertama era rilis Bengawan Solo. Melihat ini, Puan tampak sangat senang apalagi ada yang menyanyikan lagu Bengawan Solo sehingga suasana semakin syahdu.

Baca Juga: Agendakan Pertemuan Dengan Demokrat, PDI-P: Puan Akan Bertemu AHY, Tak Ada Salahnya Dialog

“Saya berharap Lokananta yang sudah semakin indah ini bisa menjadi tempat berkumpul anak-anak muda dan jadi simbol kebangkitan industri rekaman Indonesia," ucapnya.

"Pemerintah harus melengkapi fasilitas agar Lokananta semakin menarik bagi anak-anak muda,” tutur Puan.

Puan kemudian mengunjungi ruang pamer instalasi seni yang merupalan galeri temporer Lokananta Remastered. Ia pun mampir di instalasi buatan Bottlesmoker dengan set JBL era Bung Karno lalu memencet tombol yang memainkan musik indah.

“Dengan mengunjungi tempat ini, saya berharap dapat mempertegas kembali komitmen kami dalam melindungi dan mempromosikan warisan budaya kita," ujarnya.

Lebih lanjut, Puan menekankan pentingnya melestarikan warisan budaya Indonesia. Menurutnya, menghargai warisan budaya bukan hanya sekadar dilakukan dengan bernostalgia, tetapi juga harus keberlanjutan.

"Seni dan budaya adalah bagian integral dari identitas nasional kita. Mereka mengingatkan kita dari mana kita berasal dan memberikan pandangan tentang di mana kita mungkin pergi," sebut Puan.

“Revitalisasi Lokananta sangat bagus sekali. Apalagi ada banyak koleksi musik yang indah seperti peralatan rekaman kuno, piringan hitam, kaset pita, dan alat-alat rekaman lainnya,” ungkap mantan Menko PMK itu.

“Kami di DPR percaya bahwa penghargaan dan pemahaman kita terhadap sejarah dan budaya dapat membantu membentuk masa depan yang lebih baik dan lebih inklusif bagi kita semua,” ucapnya.

Terakhir, Puan mengucapkan terima kasih kepada semua stakeholder yang telah membantu melestarikan sejarah dan budaya tanah air dengan mendorong adanya inovasi dan kreativitas baru, seperti yang dilakukan di Museum Lokananta.

"Mari kita semua, sebagai bangsa, berjanji untuk terus merawat dan merayakan warisan budaya kita. Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa, sementara kita tumbuh dan berubah, kita juga menghargai dan menghormati akar kita," tutupnya.

Baca Juga: Foto Pakai Baju PSI, Puan Tawarkan Kaesang Masuk PDI-P

Sebagaimana diketahui, Museum Lokananta didirikan pada tahun 1956 dan mendapatkan namanya dari studio rekaman Lokananta yang terletak di gedung yang sama. 

Lokananta kini sudah berusia sekitar enam dekade, sebuah rentang waktu panjang untuk sebuah label musik yang kini berada di bawah asuhan Perum Percetakan Negara Republik Indonesia.

Setelah sempat mati suri, Lokananta saat ini sudah diperindah dan tak lagi hanya menjadi sebuah museum. 

Lokananta akan dijadikan ekosistem musik bagi para seniman dengan melibatkan komunitas, mengembalikan brand Lokananta sebagai pusat musik, termasuk rekaman dan produksi piringan hitam. 

Lokananta juga akan mengembangkan ritel brand lokal sekaligus menjadi studio rekaman modern, tempat pertunjukan musik (indoor dan outdoor), dan penjualan merchandise musik. 

 

Penulis : Rizky L Pratama Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Kompas TV


TERBARU