> >

Selain Gratifikasi Kapolda Sumut Pastikan Bakal Proses Pencucian Uang AKBP Achiruddin Hasibuan

Sumatra | 3 Mei 2023, 07:01 WIB
Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak saat jumpa pers terkait kasus suap dan penggelapan uang dalam penanganan perkara bandar narkoba di Polrestabes Medan, Jumat (21/1/2022). (Sumber: KOMPAS TV/ FERRY IRAWAN)

MEDAN, KOMPAS.TV - Polda Sumatera Utara memastikan bakal menelusuri dugaan pencucian uang yang dilakukan AKBP Achiruddin Hasibuan.

Kapolda Sumut Irjen Ridwan Zulkarnain Panca Putra Simanjuntak menjelaskan pihaknya telah berkerja sama dengan PPATK, KPK dan Mabes Polri untuk menelusuri dugaan korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang dilakukan Achiruddin.

Sejauh ini penyidik Dit Reskrimsus Polda Sumut telah menemukan sejumlah barang bukti berupa transaksi keuangan terkait penyelidikan tindak pidana korupsi yang menyeret nama Achiruddin.

Mantan Kabag Bin Ops Direktorat Narkoba Polda Sumut itu diduga menerima gratifikasi dari PT Almira Nusa Raya dan di bidang lainnya. 

Baca Juga: Sidang Etik Polri Tetapkan AKBP Achiruddin Hasibuan Diberhentikan dengan Tidak Hormat

Achiruddin diduga menerima uang sebesar Rp7,5 juta per bulan sebagai jasa pengawas gudang BBM Solar ilagal milik PT Almira Nusa Raya sejak tahun 2018 hingga 2023. 

Menurut Panca selain UU Tindak Pidana Korupsi penyidik nantinya akan menerapkan UU Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Hal ini dikarenakan adanya kecurigaan Polisi mengenai harta kekayaan Achiruddin yang tidak wajar. Belakangan PPATK juga memblokir rekening Achiruddin dan anaknya, Aditya Hasibuan lantaran adanya indikasi pencucian uang. 

"Penyidik Dit Reskrimsus, khususnya unit Tipiter yang menangani UU Migas dan korupsinya melapis dengan UU tindak pidana pencucian uang menyangkut harta kekayaan yang diperoleh dari imbalan atau penerimaan hadiah yang tidak benar tersebut," ujar Panca saat jumpa pers di Polda Sumut, Selasa (2/5/2023).

Baca Juga: Polisi: Ada Dugaan Gratifikasi dan TPPU AKBP Achiruddin!

Penulis : Johannes Mangihot Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Kompas TV


TERBARU