> >

BMKG Sebut Gempa M 4,3 Cianjur Selasa Dini Hari Berasal dari Sesar Cugenang, Beri Imbauan Ini

Peristiwa | 24 Januari 2023, 12:30 WIB
Ilustrasi gempa bumi. (Sumber: Freepik)

BANDUNG, KOMPAS.TV - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika  (BMKG) mengatakan gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,3 yang mengguncang Kabupaten Cianjur, Selasa (24/1/2023) pukul 02:45:01 WIB dini hari merupakan gempa tektonik yang berasal dari Sesar Cugenang.

Hal itu disampaikan oleh Kepala BMKG Wilayah II Tangerang Hartanto. Dari hasil analisis, gempa bumi ini berlokasi di darat pada jarak 7 kilometer (km) Barat Laut Kabupaten Cianjur pada kedalaman 10 km.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Cugenang," kata Hartanto melalui siaran pers virtual, Selasa.

Baca Juga: Gempa M 4,3 Guncang Cianjur Dini Hari, Warga Berhamburan, Sejumlah Rumah Rusak

Lebih lanjut, Hartanto menjelaskan, berdasarkan peta tingkat guncangan (Shakemap) BMKG dan laporan dari masyarakat, dampak gempa bumi ini dirasakan di beberapa wilayah sebagai berikut.

1. Cikalongkulon, Cipanas, Sukabumi, Cianjur, Warungkondang, dan Karangtengah dengan Skala Intensitas III - IV MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu, dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi).

2. Purwakarta dirasakan dengan Skala Intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu). 

3. Jakarta Selatan, Tangerang Selatan, Bekasi dan Depok dengan Skala Intensitas II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

Terkait adanya kerusakan, Hartanto mengatakan pihaknya belum mendapat laporan adanya bangunan yang tedampak.

"Namun hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempabumi tersebut," ujarnya.

Baca Juga: Harga Tomat Anjlok, Petani Buang Hasil Panen

Ia pun mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan hanya mengakses informasi mengenai gempa di laman resmi BMKG.

"Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya."

Sebagai informasi, Cianjur, Jawa Barat sempat diguncang gempa M 5,6 yang meluluhlantakkan bangunan pada 21 November 2022 lalu.

Dari peristiwa tersebut hingga Selasa (24/1) pukul 03:15 WIB telah terjadi gempa bumi di wilayah Cianjur sebanyak 487 kali.

Gempa yang terjadi pada dini hari tadi sempat membuat warga berhamburan keluar rumah. 

"Getaran gempa bumi getaranya cukup kuat, sehingga membuat warga panik, dan langsung berhamburan keluar rumah," ujar Ketua RT5/10 Perumahan Prima Nagrak Nusantara, Desa Nagrak, Cianjur, Angga Purwanda, Selasa pagi, dikutip dari Tribun Jabar.

Angga mengatakan, mereka yang trauma pun memilih berada di luar ruangan untuk mengantisipasi gempa susulan.

"Para warga belum berani kedalam rumah, dan lebih memilih tidur d luar ruangan, dan menggelar tikar," tuturnya.

Penulis : Dian Nita Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Kompas TV, Tribun Jabar


TERBARU