> >

Pelaku Penyerangan di Keraton Solo Disebut Anggota Polri Berpakaian Sipil, Tak Pakai Baju Abdi Dalem

Update | 25 Desember 2022, 08:40 WIB
Kondisi terkini Keraton Solo, Sabtu (23/12/2022) siang usai ricuh dan geger pada malam sebelumnya (Sumber: Tribun Solo/Anang Maruf)

Akibat peristiwa kisruh Keraton Solo itu, enam orang dirawat di Rumah Sakit Kustati. 

"Jumlah pastinya enam, ada warga juga. Yang opname empat," ujarnya.

Baca Juga: Geger Keraton Solo, 6 Orang Dirawat di Rumah Sakit Bakal Lapor Polisi: Rata-rata Luka di Kepala

Para korban tersebut, kata dia, rata-rata mengalami luka di bagian kepala.

"Rata-rata luka kepala. Yang parah patah hidung," jelasnya.

Ia juga mengatakan, satu korban masih menunggu hasil pemeriksaan untuk mengetahui adanya patah tulang atau tidak. Sementara itu, dua orang menderita luka memar. 

Sebagaimana telah diberitakan KOMPAS.TV sebelumnya, terjadi konflik Keraton Solo yang diduga melibatkan 50 orang pada Jumat (23/12/2022) malam sekitar pukul 19.00 WIB.

Putri kedua PB XIII, GRAy Devi Lelyana Dewi, mengaku dipukul bagian tangannya memakai bambu hingga lebam.

Ia mengatakan, sekitar 50 orang tiba-tiba memaksa untuk mengunci Kamandungan atau akses pintu masuk Keraton Solo. 

Baca Juga: Geger Keraton Solo, Kubu Gusti Moeng Ngaku Diusir dari Istana dan Bakal Lapor Polisi: Kita Abdi

"Penyebabnya saya tidak tahu. Tiba-tiba sekitar 50 orang mau masuk, mengunci pintu Kamandungan. Terus dicegah sama Yudha keponakan saya, dipukulin terus,” kata Devi, Jumat (23/12) malam.

Kapolresta Solo Kombes Pol Iwan Saktiadi lantas mengatakan, pihaknya akan mendalami dugaan pidana kekerasan dalam ricuh Keraton Solo tersebut.

"Kami akan lanjut itu secara normatif untuk proses hukumnya," jelasnya, Jumat malam.

Baca Juga: Sejarah Konflik Keraton Solo: Sejak 2004, Pernah Damai saat Jokowi jadi Walikota

Penulis : Nadia Intan Fajarlie Editor : Gading-Persada

Sumber : TribunSolo


TERBARU