> >

Kronologi Pemuda Meninggal Tersambar Petir di dalam Tenda, Rekannya tak Sadarkan Diri

Peristiwa | 25 September 2022, 00:30 WIB
Ilustrasi. Seorang pemuda meninggal dunia akibat tenda yang digunakannya untuk camping tersambar petir di area objek wisata Bukit Waruwangi di Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang. (Sumber: Times of India)

SERANG, KOMPAS.TV – Seorang pemuda meninggal dunia akibat tenda yang digunakannya untuk kamping tersambar petir di area objek wisata Bukit Waruwangi di Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, Banten.

Pemuda bernama Ikhwanul Muminin (19) tersebut tersambar petir pada Jumat 23 September 2022, pukul 11.30 WIB.

Saat itu, warga Mancak, Kabupaten Serang tersebut sedang berada di dalam tenda bersama seorang teman wanitanya.

Teman wanita yang belum diketahui identitasnya tersebut mengalami luka, dan mendapatkan perawatan di Puskesmas Padarincang.

Baca Juga: Seharian Ini, 36 Orang Tewas karena Cuaca Buruk di India, 12 Meninggal Disambar Petir

Kepala Seksi Humas Polres Cilegon Iptu Sigit Dermawan mengatakan, peristiwa tersebut terjadi saat kedua korban sedang dalam tenda berukuran 2x2 meter yang disewanya.

Saat kejadian, kondisi cuaca di Bukit Waruwangi sedang hujan lebat disertai petir dan tenda dibangun di bawah pohon.

"Menurut keterangan saksi, sekitar jam 11.30 WIB terdengar suara petir di sekitar tenda korban,” kata Sigit melalui keterangan tertulisnya, dikutip dari Kompas.com, Sabtu (24/9/2022).

“Kemudian warga menghampiri ke arah tenda yang disewa oleh korban dan mendapati tenda sudah dalam keadaan rusak," jelasnya, Jumat (23/9/2022).

 

Selanjutnya, warga yang mengecek lokasi sambaran petir mendapati dua orang berjenis kelamin pria dan wanita dengan kondisi telentang dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Mengetahui ada korban, warga kemudian langsung meminta pertolongan kepada pengelola objek wisata Bukit Waruwangi.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Jakarta: Peringatan Dini Potensi Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang Siang Ini

Petugas yang memeriksa memastikan IW sudah dalam kondisi meninggal dunia, sedangkan teman korban dalam kondisi masih hidup hanya saja kondisinya lemas.

"Korban yang selamat kondisinya masih shock dan terguncang di Puskesmas Padarincang. Sedangkan korban yang meninggal dunia masih menunggu pihak keluarga," kata Sigit.

Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Kompas.com


TERBARU