> >

Sudah 2 Hari, 20 Warga yang Tertimbun Longsor Tambang Ilegal Kalbar Masih Dicari, 7 Tewas, 5 Selamat

Peristiwa | 17 September 2022, 18:15 WIB
Aparat gabungan masih melakukan pencarian korban longsor di tambang emas ilegal, Kalimantan Barat, Sabtu (17/9/2022. Peristiwa longsor terjadi pada Kamis (15/9/2022). (Sumber: Antara)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Hingga Sabtu (17/9/2022), pencarian terhadap puluhan korban longsor di penambangan ilegal di perbatasan Kabupaten Bengkayang dan Sambas, Kalimantan Barat, masih terus dilakukan.

Tim gabungan yang terdiri dari unsur TNI dan Polri, serta Basarnas dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bengkayang masih terus melakukan pencarian puluhan korban yang tertimbun.

Proses pencarian dipimpin oleh Kapolres Bengkayang AKBP Bayu Suseno. Diduga, sekitar 50-60 orang korban masih tertimbun atau hilang.  

"Sejak (Jumat) pagi kami tiba di lokasi bersama 30 personel. Dalam hal itu, tidak hanya dari pihak Polres Bengkayang, tetapi juga dari Basarnas Sambas, BPPD Bengkayang, dan juga Dandim Singkawang," ujar Bayu.

Hingga saat ini, seperti dilaporkan jurnalis Kompas TV Iksan Ginanjar, masih belum jelas berapa jumlah korban yang masih hilang atau tertimbun. Namun, berdasarkan data sementara yang berasal dari laporan keluarga yang melaporkan kehilangan anggota keluarganya, sedikitnya 20 orang masih berada dalam pencarian.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bengkayang Dwi Berta, menyebut korban tewas sementara berjumlah 7 orang, dan 5 lainnya luka-luka.

“Yang belum ditemukan, tertimbun, belum tahu pastinya berapa orang. Diperkirakan semuanya sekitar 20 orang,” kata Dwi pada Jumat (16/9), seperti diwartakan Kompas.com.

Bencana longsor terjadi ketika sekitar 20 pekerja sedang mendulang emas di tambang kawasan perbukitan Dusun Secepu, Desa Kinande, Kecamatan Lembah Bawang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, Kamis (15/9) malam sekira pukul 20.15 WIB.

Secara keseluruhan, pencarian sudah memakan waktu dua hari. 

Baca Juga: Pelinggih Pura Keluarga di Karangasem Tertimbun Longsor yang Dipicu Hujan Deras dan Angin Kencang

Diduga, longsor terjadi karena dipicu hujan deras, sebagaimana dikatakan camat setempat. Situasi diperburuk dengan status lokasi tambang yang tak memiliki izin alias ilegal. 

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bengkayang, Esidorus, mengaku prihatin atas bencana tersebut.

"Turut prihatin atas kejadian longsor yang menelan korban jiwa. Kita berharap agar pemerintah dan kepolisian melakukan investigasi, sesuai kewenangan, dan para korban yang tertimbun segera ditemukan," katanya.

Baca Juga: Hujan Deras Buat Senderan Rumah Setinggi 6 Meter di Karangasem Bali Longsor!

 

Penulis : Rofi Ali Majid Editor : Vyara-Lestari

Sumber : Kompas TV/Kompas.com/Antara


TERBARU