> >

Izin Padepokan Nur Dzat Sejati Milik Samsudin Resmi Dicabut Pemkab Blitar

Peristiwa | 9 Agustus 2022, 21:17 WIB
Pintu gerbang padepokan Nur Dzat Sejati milik Samsudin di Desa Rejowinangun, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, terlihat tertutup pada Senin (1/8/2022). (Sumber: KOMPAS.COM/ASIP HASANI)

BLITAR, KOMPAS.TV - Izin praktik pengobatan tradisional Padepokan Nur Dzat Sejati yang dimiliki oleh Samsudin Jadab, resmi dicabut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar, Jawa Timur, Selasa (9/8/2022).

Padepokan yang terletak di Desa Rejowinangun, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar tersebut telah dicabut izin pengobatan tradisionalnya oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar.

Wakil Bupati Blitar Rahmat Santoso mengatakan padepokan milik Samsudin tersebut sudah tak boleh menerima pasien hingga menjalankan praktik pengobatan.

"Izinnya dicabut, karena yang mengeluarkan (izin) Dinkes tahun berapa itu, tahun 2021. Karena Dinkes-nya sudah nyabut ya, yang atasnya juga nyabut," tutur Rahmat, Selasa, dikutip dari Kompas.com.

Rahmat menjelaskan izin usaha pengobatan dari padepokan tersebut adalah pijat tradisional yang baru didapatkan pada tahun 2021.

Baca Juga: Bongkar Trik Pemiliki Padepokan Samsudin, Marchel Radhival Dipolisikan

Padepokan yang juga pondok pesantren tersebut ternyata juga belum memiliki izin operasi.

Sehingga penutupan Padepokan Nur Dzat Sejati tak hanya berkaitan dengan praktik pengobatan tetapi juga kegiatan pondok pesantren dan majelis taklim.

Konsekuensi dari penutupan tersebut, orang yang tinggal atau santri yang tinggal di padepokan tersebut harus dipulangkan.

"Nggak boleh santri di sana. Dipulangkan. Kan sudah saya jelaskan tentang izin pondok, ada yang menginap, dan sebagainya dan sebagainya," tutur Rahmat.

Penulis : Danang Suryo Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Kompas.com


TERBARU