> >

Tak Jauh dari Markas Polisi, Kantor Dinas Pendidikan Tasikmalaya Dirampok dan 3 Pegawainya Disekap

Kriminal | 20 Juni 2022, 15:25 WIB
kasus perampokan di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (20/6/2022). (Sumber: ANTARA/HO-Pokja Polres Tasikmalaya)

TASIKMALAYA, KOMPAS.TV - Komplotan perampok menyatroni Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, pada Senin, 20 Juni 2022 dini hari.

Dalam peristiwa tersebut, 3 pegawai yang ada di kantor tersebut disekap.

Mereka yang disekap terdiri atas 2 petugas kebersihan dan seorang satpam.

Baca Juga: Minimarket di Kawasan Jatinegara jadi Korban Perampokan, Pegawai Diancam Senjata Api!

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Dian Pornomo membenarkan peristiwa tersebut.

Dia menuturkan, saat ini petugas sudah ke lokasi kejadian untuk melakukam olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Kami sedang olah TKP, melakukan penyelidikan dan penyidikan," kata Dian di Tasikmalaya, Jawa Barat, pada Senin (20/6/2022).

Dian mengatakan, tim Satreskrim Polres Tasikmalaya masih terus menyelidiki kasus tersebut untuk mengetahui kronologi, motif perampokan dan kerugian apa saja yang dialami kantor dinas tersebut.

Dian mengimbau kepada masyarakat untuk mempercayakan penyelesaian kasus perampokan tersebut kepada pihak kepolisian.

Baca Juga: Penusuk WN China di Cengkareng Ditangkap, Polisi: Motif karena Asmara

"Percayakan kasus ini kepada kami," ucap Dian.

Dian menuturkan, saat ini pihaknya masih terus mendata barang apa saja yang hilang akibat peristiwa perampokan tersebut.

Ia mengklaim, bakal secepatnya mengumumkan perkembangan lebih lanjut soal kasus itu kepada publik.

"Masih diinventarisasi, ada di lantai satu dan dua, kita masih penyelidikan," ujar Dian.

Sementara itu, seorang saksi sekaligus pegawai yang disekap kawanan perampok, Haryadi mengatakan, jumlah pelaku perampokan tersebut berjumlah lebih dari dua orang.

Pelaku menyekap tiga orang terdiri atas dua petugas kebersihan dan seorang Satpam Disdik Kabupaten Tasikmalaya.

Baca Juga: E-Bima dan e-Sadewa, Aplikasi Canggih yang Diciptakan Oleh Mahkamah Agung untuk Pengawasan

Haryadi yang bertugas sebagai petugas kebersihan mengatakan, dirinya saat itu sedang membersihkan ruangan.

Ia kemudian menuju ruang depan untuk mengambil kopi dan rokok.

Namun, betapa kagetnya ia melihat rekan kerjanya sudah diikat dan mulutnya ditutup lakban.

Saat itu, Haryadi mengaku langsung diancam oleh pelaku menggunakan golok.

Ia pun kemudian diikat dan mulutnya diplester lakban oleh pelaku.

Selain Haryadi, petugas kebersihan lainnya yang mengetahui ada keributan di lantai satu langsung mengecek ke bawah.

Namun, akhirnya ia bernasib sama disekap oleh pelaku di lantai dua.

Baca Juga: Momen Habib Luthfi Ziarah ke Makam Eril, Didampingi Ridwan Kamil dan Istri

"Saya diancam pakai golok, saat itu saya diam saja, tangan dan kaki diikat, mulut juga dilakban," kata pegawai itu.

Korban yang disekap pelaku itu akhirnya bisa melepaskan diri setelah dipastikan pelaku pergi meninggalkan kantor Dinas Pendidikan Tasikmalaya.

Selanjutnya, korban yang disekap itu meminta pertolongan ke petugas satpam yang ada di kantor dinas lainnya, kemudian melaporkan kepada pimpinan.

"Setelah lepas saya berlari minta tolong ke satpam yang berada di kantor PU, saya langsung lapor ke pimpinan," ujarnya.

Baca Juga: Dharmayukti Karini Lantik 42 Pengurus Cabang Sumatera Selatan di Gedung Graha Kenten Hijau

Akibat peristiwa itu, aktivitas di Kantor Disdik Tasikmalaya, yang tidak jauh dari Markas Polres Tasikmalaya itu akhirnya dihentikan sementara untuk kepentingan penyelidikan.

Penulis : Tito Dirhantoro Editor : Deni-Muliya

Sumber : Kompas TV


TERBARU