> >

Jangan Takut Mudik dan Liburan ke Yogyakarta, Ini Janji Pemkot: yang 'Nuthuk' Langsung Out Selamanya

Berita daerah | 23 April 2022, 12:00 WIB
Pejalan kaki melintas di trotoar sisi timur Jalan Malioboro, Yogyakarta, Rabu (13/4). Kawasan Malioboro menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan termasuk pemudik yang datang ke Kota Yogyakarta. (Sumber: KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO)

YOGYAKARTA, KOMPAS.TV- Risih dengan kerap viralnya pengakuan sejumlah wisatawan yang merasa dirugikan saat berkunjung ke sejumlah lokasi wisata di Kota Yogyakarta membuat Pemerintah Kota (Pemkot) setempat melakukan langkah antisipasi.

Salah satunya dengan membentuk tim yang tugasnya menindak pihak yang merugikan wisatawan seperti memeras.

“Kita enggak mau ada aduan-aduan yang tidak jelas. Selama ini, banyak aduan yang dilemparkan di media sosial. Saat kita tanya ke pengunggah, tidak bisa menjelaskan secara detail,” kata Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi seperti dikutip dari Kompas.com, Sabtu (23/4/2022).

Maka dari itu, ungkap Heroe, Pemkot Yogyakarta akan membentuk tim informasi dan aduan untuk wisatawan.

Baca Juga: Viral "Nuthuk" Harga Pecel Lele di Maliboro, Ini Reaksi Sandiaga Uno

Tim yang dibuat sebagai salah satu persiapan Pemkot menyambut libur Lebaran 2022 ini punya fungsi dan tugas masing-masing.

Heroe menjelaskan, untuk tim informasi akan menyajikan info seputar jalur wisata dan kantung-kantung parkir resmi bagi wisatawan. Sementara, tim aduan akan menerima aduan dari wisatawan.

Mereka akan dilengkapi tim respons cepat di sepanjang Malioboro yang memang menjadi salah satu destinasi terfavorit wisatawan saat berkunjung ke Kota Gudeg.

Heroe menyebut, Kota Yogyakarta memang diprediksi bakal kebanjiran wisatawan termasuk para pemudik pada momen libur Lebaran 2022 ini.

Bahkan, sebanyak 4 juta kendaraan wisata diperkirakan bakal masuk Kota Pelajar.

Baca Juga: Ternyata Andong-Andong yang Berseliweran di Malioboro Berasal dari Tempat Ini

Lebih lanjut Heroe menjelaskan, nantinya jika ada oknum pelaku wisata, mulai dari penjual makanan, oleh-oleh, hingga juru pakir yang memeras wisatawan salah satunya dengan modus menaikkan harga secara tidak wajar, Pemkot Yogyakarta akan memberikan sanksi. 

Bahkan apabila banyak pihak yang memeras wisatawan, sanksi akan dijatuhkan kepada paguyuban yang menaungi.

“Sanksi tegas, siapa pun yang melakukan nuthuk (memungut dengan tarif tidak wajar-red), langsung out dari kawasan Malioboro selamanya. Kita tidak ada toleransi bagi mereka yang main-main dengan nuthuk atau menipu untuk kawasan Yogyakarta,” tegas Heroe.

Penulis : Gading Persada Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Kompas.com


TERBARU