> >

Demo Tolak Pembentukan Daerah Otonomi Baru di Papua Berujung Kerusuhan, 2 Orang Tewas Tertembak

Peristiwa | 15 Maret 2022, 22:37 WIB
Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri saat memberikan keterangan. Mathius menyebut telah terjadi demonstrasi ribuan massa menolak pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua.  (Sumber: KOMPAS.COM/DHIAS SUWANDI)

YAHUKIMO, KOMPAS.TV - Demonstrasi yang dilakukan oleh ribuan massa menolak pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua, berakhir rusuh.

Akibat peristiwa kerusuhan yang terjadi pada Selasa (15/3/2022) tersebut mengakibatkan dua orang dilaporkan tewas tertembak.

Baca Juga: Kasat Intel Polres Jakpus Luka dan Tak Sadarkan usai Bentrok dengan Pedemo Tolak Pemekaran Papua

Kedua korban tewas tersebut masing-masing bernama Yakob Dell yang berusia 30 tahun dan Esron Wipea berusia 22 tahun.

Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri menjelaskan sebelum terjadi kerusuhan,  aksi demo yang dilakukan ribuan massa itu berlangsung damai.

Fakhiri menuturkan dalam aksi demo itu, kegiatan orasi yang disampaikan demonstran bahkan bisa berlangsung lancar.

Kondisi kemudian berubah saat massa hendak membubarkan diri, tiba-tiba melakukan aksi perusakan dan pembakaran terhadap rumah kios (ruko).

Baca Juga: Aksi Demo Tolak Pemekaran Papua di Istana Negara Berlangsung Ricuh!

Tak hanya itu, kata Fakhiri, massa yang membubarkan diri itu juga menyerang personel kepolisian yang berada di sekitar lokasi kejadian.

"Pelaksanaan orasi berjalan lancar, namun saat selesai melaksanakan orasi inilah yg terjadi gesekan dari masyarakat sendiri," kata Fakhiri di Jayapura, Selasa (15/3/2022).

"Ditambah ada yang provokasi, sehingga masyarakat lain melakukan aksi-aksi terhadap bangunan ruko yang ada di sekitar kantor Kominfo."

Menurut Fakhiri, personel kepolisian tak tinggal diam. Ketika hendak berusaha menghentikan aksi massa, justru polisi menjadi sasaran amuk massa.

Baca Juga: Ricuh! Massa Demo Tolak Pemekaran Papua Mendekati Istana Presiden, 4 Polisi Terluka

Karena sebab itulah, kata Fakhiri, aparat keamanan terpaksa melepaskan tembakan.

Fakhiri mengungkapkan akibat insiden kerusuhan itu, sebanyak lima orang menjadi korban. Salah satu korban di antaranya adalah anggota polisi.

"Ada korban dari petugas kepolisian sendiri dan ada dua masyarakat yang meninggal dunia dari tindakan kepolisian," kata dia.

Baca Juga: Penembak Warga hingga Tewas saat Demo Tolak Tambang di Parigi Bintara Polisi, Kini Jadi Tersangka

Selain Yakob Dell dan Esron Wipea yang dilaporkan tewas, dua korban lainnya yang yakni Itos Hitlay dan Luki Kobak. Mereka mengalami luka tembak pada bagian kaki.

Sedangkan korban dari pihak kepolisian adalah Briptu Muhammad Aldi yang terluka pada bagian kepala.

Fakhiri menambahkan, saat ini personel di lapangan tengah berusaha menginventarisasi jumlah korban dan kerugian akibat kerusuhan tersebut.

Baca Juga: Demo Tolak Tambang Parigi Moutong Telan Korban Jiwa, Aktivis Sebut Itu "Bom Waktu" Konflik Agraria

Fakhiri berharap jumlah korban tidak bertambah karena pada prinsipnya kepolisian siap mengawal masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi sesuai ketentuan.

"Tentunya selaku Kapolda Papua mengucapkan turut berduka cita," kata Fakhiri.

"Kami akan mengambil langkah cepat untuk melakukan penanganan sehingga tidak berdampak lain."

Baca Juga: Ratusan Warga Sinak Demo Tolak Pergantian Danramil Dan Kapolsek Kabupaten Puncak Papua

 

Penulis : Tito Dirhantoro Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas.com


TERBARU