> >

Seorang Warga Wadas Diamankan Polisi, Saat Diperiksa Punya Grup WA Kontra Pembanguan Bendungan Bener

Peristiwa | 8 Februari 2022, 22:51 WIB
Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol M Iqbal Alqudusy memberi keterangan terkait seorang warga Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah yang diamankan petugas, Selasa (8/2/2022). (Sumber: KOMPAS.com/RISKA FARASONALIA)

SEMARANG, KOMPAS.TV - Polda Jawa Tengah memastikan warga yang diamankan saat kegiatan polisi mengawal pengukuran lahan di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah dalam keadaan baik.

Hal ini sekaligus meluruskan adanya informasi tidak benar bahwa warga tersebut tidak diketahui keberadaannya. Belakangan warga tersebut diketahui berinisial MS. 

Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol M Iqbal Alqudusy menjelaskan, saat ini MS sedang dimintai keterangan terkait aksinya yang memotret kegiatan petugas di Mapolsek Benar yang akan mengawal pengukuran lahan untuk pembangunan bendungan di Desa Wadas.

Baca Juga: Bawa Sajam, 20 Warga di Desa Wadas Diamankan

Setelah diinterogasi di lokasi, warga tersebut kemudian diamankan untuk dimintai keterangan lanjutan. 

Hasil pemeriksaan diketahui warga tersebut memiliki sejumlah akun medsos dalam bentuk grup WhatsApp (WA) yang kontra akan pembangunan bendungan di Desa Wadas.

Petugas menduga foto yang didapat dari lokasi, akan disebarkan oleh MS di WA dengan narasi provokatif.

"(MS) memiliki sejumlah akun medsos dalam bentuk grup WhatsApp. Mengaku memiliki tanah di desa Wadas namun tidak bersertifikat. Dia mengakui kalau menjadi bagian dari kelompok yang menentang pembangunan bendungan Bener," ujar Iqbal melalui keterangan tertulisnya, Selasa (8/2/2022). Dikutip dari Kompas.com.

Baca Juga: BPN : Pengukuran di Desa Wadas Dilakukan 8-10 Februari

Iqbal menjelaskan awalnya petugas curiga dengan kegiatan MS yang memotret kegiatan kepolisian di depan Mapolsek Bener.

Saat itu MS melakukan pemotretan di atas motor yang berboncengan dengan istrinya. Pada saat yang bersangkutan diamankan. Handphone MS dibawa istrinya yang kemudian meninggalkan MS dengan membonceng orang lain.

Penulis : Johannes Mangihot Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV


TERBARU