> >

Ada Tumpukan Ban Bekas di Lokasi Kecelakaan Bus Pariwisata Bantul, Buat Apa?

Peristiwa | 8 Februari 2022, 14:44 WIB
Ratusan ban bekas ditumpuk di sekitar tebing Bukit Bego yang menjadi lokasi kecelakaan bus pariwisata di Bantul, Selasa (8/2/2022). (Sumber: Switzy Sabandar/KOMPAS.TV)

YOGYAKARTA, KOMPAS.TV- Ratusan ban bekas ditumpuk di sekitar tebing Bukit Bego yang menjadi lokasi kecelakaan bus pariwisata di Bantul, Selasa (8/2/2022). Ide menata ban bekas itu muncul dari komunitas Trail Adventure Bantul Indonesia Offroad Federation (IOF) 2x1.

Ban bekas ditata di sekitar tebing lokasi kecelakaan untuk mengantisipasi peristiwa kecelakaan serupa terjadi di kawasan itu. Ban bekas bisa meredam benturan sehingga tidak langsung menabrak tebing.

Menurut Ketua Trail Adventure Bantul, Indonesian Offroad Federation (IOF) 2×1 Agus Ungu, penataan ban bekas di tebing Bukit Bego menjadi bentuk kepedulian komunitas sebagai bentuk pengamanan sementara. Ia tidak menutup peluang bagi komunitas lain yang ingin menyumbangkan ban bekas.

Baca Juga: Korban Kecelakaan Bus Pariwisata di Bantul yang Tes Antigennya Positif Covid-19 Pilih Pulang

“Harapannya upaya ini bisa mengurangi dampak kerusakan ketika terjadi kecelakaan di lokasi itu,” ujarnya.

Ia juga sudah berkoordinasi dengan pemerintah desa. Penataan ban ini pun dibantu pemuda setempat dan relawan-relawan yang ada di Kabupaten Bantul. Ditargetkan, ada 1.000 ban yang bisa menjadi peredam benturan di jalur tersebut.

Untuk memaksimalkan penataan, ia juga akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan kepolisian. Selain ditata, ban-ban itu juga bisa dicat supaya lebih estetis.

Kanit Kamsel Polres Bantul Ipda Ervita Juliani mengapresiasi apa yang dilakukan warga dan komunitas. Ia menilai kegiatan ini menjadi bagian dari manajemen rekayasa lalu lintas.

“Apabila masih dibutuhkan, Satlantas Polres Bantul juga akan berupaya membantu memberikan ban-ban bekas,” ucapnya.

Kendati demikian, ia mengingatkan agar ban-ban bekas yang dipasang di lokasi rawan kecelakaan seperti kecelakaan bus pariwisata di Bantul itu bisa ditata dengan benar sehingga tidak mengganggu pengguna jalan.

Penulis : Switzy Sabandar Editor : Purwanto

Sumber : Kompas TV


TERBARU