> >

Banjir Sempat Surut, 6 Kecamatan di Pasuruan Kembali Terendam Air

Peristiwa | 18 Januari 2022, 15:10 WIB
Banjir kembali menggenangi enam kecamatan di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, setelah banjir yang terjadi pada Senin, (10/1/2022) sempat surut. (Sumber: BNPB)

PASURUAN, KOMPAS.TV- Banjir kembali menggenangi enam kecamatan di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, setelah banjir yang terjadi pada Senin, (10/1/2022) sempat surut.

Melalui keterangan tertulis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Selasa (18/1), disebutkan, air kembali menggenangi wilayah itu dengan ketinggian bervariasi mulai 50 cm hingga 100 cm.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan, lima ribu keluarga terdampak banjir tersebut.

“Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan mendata warganya sebanyak 5.017 Kepala Keluarga (KK) di enam kecamatan terdampak banjir,” jelasnya.

Enam kecamatan yang terdampak banjir tersebut antara lain Kecamatan Gondang Wetan tepatnya Desa Sekarputih, Kecamatan Kraton tepatnya Desa Tambakrejo.

Baca Juga: Banjir hingga 50 Sentimeter Rendam Permukiman Warga Kabupaten Pasuruan, Warga Kesulitan Aktivitas

Kemudian Kecamatan Grati tepatnya Desa Kedawung Kulon, Kecamatan Gempol tepatnya Desa Gempol.

Selanjutnya Kecamatan Beji tepatnya Desa Kedungringin dan Desa Kedungboto.

Selanjutnya, Kecamatan Rejoso dengan desa terdampak antara lain Desa Kedungbako, Toyaning, Rejoso Kidul, Sedangrejo, Jarangan dan Patuguran.

Menurut Muhari, berdasarkan pantauan kondisi di lokasi kejadian pada Selasa, (18/1) siang pukul 12.30 WIB, terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.

“Hal ini menambah kekhawatiran warga banjir akan semakin meluas.”

Terkait hal itu, lanjut Muhari, petugas BPBD bersama tim gabungan terus berkoordinasi dengan instansi terkait guna membantu warga terdampak.

“Evakuasi warga yang rumahnya terendam juga terus dilakukan dengan menggunakan perahu karet,” tuturnya.

BNPB, lanjutnya, mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, angin puting beliung maupun tanah longsor.

Baca Juga: 45 Rumah di Jember Terendam Banjir, 1 Jembatan Penghubung Desa Rusak

Langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan seperti melakukan susur sungai bersama para ahli untuk membersihkan material yang menghambat aliran air, pemantauan dan pemeliharaan kondisi tanggul, serta memantau peningkatan debit air ketika wilayah pemukiman diguyur hujan lebat.

Dia juga mengingatkan warga untuk mewaspadai munculnya penyakit yang mengancam warga pascabanjir seperti diare, malaria, demam berdarah maupun penyakit kulit.

Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV


TERBARU