> >

SD di Banjarmasin Terapkan PTM 100%, Orangtua Siswa Pilih Antar-Jemput Anak Demi Minimalisir Risiko

Berita daerah | 5 Januari 2022, 23:05 WIB

BANJARMASIN, KOMPAS.TV – Rabu (5/1/2022), sudah tiga hari sejak senin 3 januari 2022, Sekolah Dasar (SD) di Banjarmasin, Kalimantan Selatan melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara penuh atau 100 %.

Kebijakan ini diterapkan Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin berdasarkan SKB 4 Menteri, untuk itu sekolah wajib menerpakan protokol kesehatan ketat mengingat usia sekolah dasar memerlukan bimbingan ekstra dalam mematuhi protokol kesehatan.

Baca Juga: Hampiri Pengunjung Pasar Kalindo, Prajurit TNI Kodim 1007/Banjarmasin Ajak Warga Bervaksin

Seperti di SDN Kebun Bunga 4 Banjarmasin yang mengaku menggencarkan satgas covid-19 sekolah, wajib masker dan cuci tangan serta hanya melaksanakan istirahat di dalam kelas.

Jam pulang sekolah para siswa juga diatur agar bergantian, serta siswa diizinkan pulang setelah dijemput orangtua.

"Kelas rendah lebih awal pulang, dari kelas satu dulu, dua kemudian tiga, jam 11 baru kelas tinggi," terang Kepala SDN Kebun Bunga 4 Banjarmasin, Abd Majid

Sementara sejumlah orangtua siswa memilih rela antar jemput bahkan menunggu di area depan sekolah sejak pagi untuk meminimalisir risiko anak terpapar covid-19.

Ingin anaknya maksimal belajar pun menjadi alasan para orangtua izinkan anak PTM di sekolah.

Meski diakui kekhawatiran akan penularan covid-19 dan varian omicron masih dirasakan.

“Sukanya anak bisa kembali sekolah seperti dulu, dukanya masih ada rasa was-was," ungkap Fitri, orangtua siswa.

"Kita jemput untuk cegah anak berkerumun," tambahnya.

Baca Juga: PTM di Banjarmasin Tidak Merata, Siswa SMP dan SD Hadir 100%, Sementara SMA Hanya 50%

Meski telah diterapkan kehadiran siswa 100 %, pihak sekolah mengakui masih terdapat sejumlah kecil siswa yang tidak diizinkan orangtua mengikuti PTM.

Sementara berdasarkan surat edaran Disdik Banjarmasin, tidak lagi diberlakukan opsi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) kecuali bagi siswa yang sakit, sehingga pihak sekolah terus mengimbau orangtua siswa untuk mengizinkan anak belajar di kelas.

Penulis : KompasTV-Banjarmasin

Sumber : Kompas TV


TERBARU