> >

Temuan Kasus Pertama Varian Omicron di Indonesia, Gibran: Tenang Saja, Tidak Seganas Delta

Update corona | 17 Desember 2021, 05:56 WIB
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka meminta warga tetap tenang dengan temuan pertama kasus virus Covid-19 varian Omicron di Indonesia. (Nataru). (Sumber: Kompas TV/Widi Nugroho)

SOLO, KOMPAS.TV- Kasus pertama virus Corona varian Omicron ditemukan di Indonesia, Kamis (16/12/2021).

Terkait hal itu, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka meminta masyarakat untuk tetap tenang.

Adapun varian B.1.1.529 atau Omicron ditemukan di Indonesia pertama kalinya pada seorang petugas kebersihan di Wisma Atlet Jakarta.

Adanya temuan ini, Gibran menilai virus Corona varian Omicron tidak seganas varian Delta. 
Sehingga ia meminta warga masyarakat, khususnya yang ada di Kota Solo untuk tetap tenang.

Baca Juga: Kasus Pertama Omicron di Indonesia, Ridwan Kamil Sebut Jokowi Beri 3 Pesan Penting ke Kepala Daerah

 "Varian Omicron tidak seganas Delta, tenang saja. Besok Selasa kami percepat vaksinasi anak usia 6-11 tahun," kata Gibran, saat ditemui di Solo Tachnopark, Kamis (16/12/2021). 

Melansir Kompas.com, Jumat (17/12), kendati penyebaran varian Omicron lebih cepat dibandingkan Delta, semuanya sudah diantisipasi.

Termasuk persiapan fasilitas rumah sakit untuk kemungkinan terburuk jika terjadi gelombang ketiga dan varian Omicron. 

"Rumah sakit tetap standby semua. Instruksinya Pak Gubernur itu seperti waktu ada Delta. Kami siapkan semua. Oksigen lengkap, nakesnya siap," papar putra sulung Presiden Joko Widodo itu.

Baca Juga: Berita Populer: Omicron Masuk Indonesia, RUU TPKS Belum Disahkan DPR, Pungli Kasus Rachel Vennya

Sebelumnya, seperti diberitakan KOMPAS.TV, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengumumkan kasus pertama varian Omicron di Indonesia, yakni petugas kebersihan di RS Wisma Atlet.

Adanya temuan itu membuat RS Wisma Atlet di-lockdown, bertujuan agar virus Covid-19 varian Omicron, tidak menyebar ke luar dari RS Wisma Atlet. Lockdown berlaku untuk seluruh tower di RS Wisma Atlet.

Selain itu, pemerintah juga melakukan genome sequencing, atau pelacakan penyebaran mutasi virus secara ketat, di seluruh Indonesia.

Sementara di Rusun Pasar Rumput, para pekerja migran harus menunggu di dalam bis selama 12 jam, karena belum mendapat kamar karantina.

Baca Juga: Muncul Varian Omicron di RI, Ganjar Perintahkan Perketat Pintu Masuk ke Jateng

Pihak pengelola masih belum memberikan kepastian soal tingkat keterisian ruang karantina di rusun tersebut.

Rusun Pasar Rumput menjadi salah satu rujukan tempat karantina untuk WNI yang baru saja tiba dari luar negeri.

Selain Pasar Rumput, ada Wisma Pademangan dan Rusun Nagrak, yang juga menjadi tempat karantina pekerja migran Indonesia, dari luar negeri.
 

Penulis : Gading-Persada

Sumber : Kompas.com


TERBARU