> >

Ini Titik Pengungsian Korban Erupsi Gunung Semeru di Tiga Kecamatan

Peristiwa | 7 Desember 2021, 05:35 WIB
BNPB menyampaikan ada tiga titik kecamatan pengungsian untuk korban erupsi Gunung Semeru. (Sumber: Tribunnews.com)

LUMAJANG, KOMPAS.TV – Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB menyampaikan ada tiga titik kecamatan pengungsian untuk korban erupsi Gunung Semeru.

Pertama, di Kecamatan Candipuro yang meliputi Balai Desa Sumberwuluh, Balai Desa Penanggal, Balai Desa Sumbermujur, Dusun Kampung Renteng di Desa Sumberwuluh, Dusun Kajarkuning di Desa Sumberwuluh dan Kantor Camat Candipuro.

Kedua, di Kecamatan Pasirian meliputi Balai Desa Condro, Balai Desa Pasirian, Masjid Baiturahman Pasirian dan Masjid Nurul Huda Alon Pasirian.

Ketiga, di Kecamatan Pronojiwo meliputi SDN Supiturang 04, Masjid Baitul Jadid di Dusun Supiturang, SDN Oro Oro Ombo 3, SDN Oro Oro Ombo 2, Masjid Pemukiman Dusun Kampung Renteng di Desa Oro Ombo,  Balai Desa Oro Oro Ombo, Balai Desa Sumberurip, SDN Sumberurip 2, dan rumah-rumah kerabat di Dusun Kampung Renteng dan Dusun Sumberbulus yang terletak di Desa Oro Oro Ombo.

Untuk perkembangan warga mengungsi saat ini, sebanyak 2.004 warga berada di 19 titik pengungsian yang tersebar di 3 kecamatan, antara lain Kecamatan Pronojiwo, Candipuro dan Pasirian.

Jumlah penyintas tertinggi berada di Kecamatan Candipuro dengan jumlah 1.136 jiwa, Pasirian 563 dan Pronojiwo 305.

Adapun, mengenai korban jiwa erupsi Gunung Semeru, dari data BNPB  pada Senin (6/12/2021), pukul 20.15 WIB, korban jiwa yang tercatat sementara, antara lain luka-luka 56, hilang 22 dan meninggal dunia 22. Sedangkan, jumlah populasi terdampak sebanyak 5.205 jiwa dan warga mengungsi 2.004.

“Terkait dengan jumlah warga yang dinyatakan hilang, posko masih melakukan pendatan dan validasi,” terang Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari lewat keterangan tertulis yang diterima KompasTV, Senin (6/12/2021).

Baca Juga: Laporan Terbaru BNPB: Korban Meninggal akibat Erupsi Semeru Capai 22 Orang hingga Senin Sore

Adapun, rincian korban meninggal dunia teridentifikasi 14 orang di Kecamatan Pronojiwo, sedangkan 8 orang di Kecamatan Candipuro.

Selain dampak korban jiwa, awan panas guguran Gunung Semeru mengakibatkan kerusakan di sektor pemukiman, pendidikan maupun sarana dan prasarana.

Posko masih terus melakukan pemutakhiran terhadap dampak kerugian material, dengan data sementara rumah terdampak 2.970 unit, fasilitas pendidikan 38 unit dan jembatan (Jembatan Gladak Perak) putus 1 unit.

Terkendala Cuaca        

Sementara, terkait proses evakuasi, Direktur Operasi Basarnas Brigadir Jenderal Wurjanto mengatakan, proses evakuasi dan pencarian korban terkendala cuaca. ”Kami dapat laporan juga bahwa di lapangan turun hujan. Ini yang memang akan menjadi kendala bagi petugas-petugas pencarian,” katanya, dikutip dari Kompas.id.

Selain Basarnas, TNI-Polri dan potensi SAR di Jawa Timur sudah bergabung dalam Tim Satgas Tanggap Darurat. ”Dari Basarnas sendiri sudah ada empat tim,” sebutnya.

Wurjanto saat ini masih fokus pada upaya mencari korban hilang. Dia berharap cuaca dapat bersahabat pada beberapa waktu ke depan sehingga akan memudahkan untuk mencari korban yang masih belum ditemukan.

Baca Juga: Tak Ingin Tinggalkan Ibunya, Rumini Ditemukan Meninggal dalam Posisi Berpelukan Usai Erupsi Semeru

 

Penulis : Fransisca Natalia Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Kompas TV


TERBARU