> >

Berjumpa Para Kiai Sepuh, Said Aqil Persilakan PWNU Jatim Dukung Gus Yahya sebagai Calon Ketua PBNU

Agama | 20 November 2021, 10:19 WIB
Said Aqil (kiri) tampak berjabat tangan dengan Gus Yahya dalam sebuah acara, keduanya diusulkan untuk menjadi ketua umum PBNU dalam Muktamar mendatang di Lampung. Di hadapan para kiai sepuh, Said Aqil mengaku tidak masalah jika PWNU Jatim mendukung sahabatnya itu. (Sumber: Dokumentasi Resmi Situs NU/Suwitno)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj mempersilakan Pengurus Wilayah NU Jawa Timur mendukung Gus Yahya atau Yahya Cholil Staqut sebagai calon ketua umum PBNU dalam Muktamar NU di Lampung pada akhir tahun ini.

Bahkan, kata Said Aqil yang sudah 22 tahun berkhidmah di NU, dirinya tidak mempermasalahkan jika nanti di Muktamar akan berhadapan dengan sahabatnya tersebut.

Hal itu diutarakan Said Aqil saat berjumpa sejumlah kiai sepuh dari Pesantren Lirboyo dalam kunjungan ke Jawa Timur.

Lirboyo adalah pesantren termashur di Jawa dan merupakan basis Nahdliyin dan ulama. Said Aqil juga alumni dari Lirboyo.

“(Terkait dukungan PWNU Jatim) tidak masalah itu, tidak apa-apa,” kata Said Aqil kepada KOMPAS TV saat peresmian Gedung Masjid Institut Agama Islam (IAI) di Kediri, Jumat (19/11/2021).

Ulama kelahiran Kempek, Cirebon, 3 Juli 1953 itu lantas menjelaskan, kedatangannya ke Jawa Timur dan pertemuannya dengan para kiai bukanlah dalam rangka persiapan muktamar. Ia mempersilakan para kiai untuk mendukung siapa pun di Muktamar nanti. 

“Bukan ini tidak terkait muktamar,” tambah Said Aqil.

Baca Juga: NU Se-Jatim Bulatkan Suara Dukung Gus Yahya Jadi Ketua PBNU Gantikan Said Aqil di Muktamar 2021

Angin Regenerasi di Tubuh NU

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur (Jatim), secara resmi mendukung Yahya Cholil Staquf, sebagai calon Ketua Umum Baru PBNU, dalam muktamar yang akan digelar pada bulan Desember mendatang.

Keputusan final pun dibuat atas dasar keinginan para cabang NU se-Jatim tentang regenerasi di tubuh kepemimpinan NU.

PWNU Jatim masih ingin posisi pimpinan tertinggi di NU tetap dipegang oleh KH Miftachul Ahyar, ulama asal Jatim yang saat ini diamanahi menjadi Rais Aam menggantikan KH Ma'ruf Amin yang mundur karena menjadi wakil presiden.

“Dalam Muktamar 23-35 Desember, Jatim mengambil keputusan secara organisatoris mendukung Kiai Miftachul Ahyar sebagai Rais Aam dan Gus Yahya sebagai ketua Tanfidziyah (ketua umum),” papar Kiai Syamsul Arifin, ketua NU Jember mewakili NU se-Jatim.

 

Penulis : Dedik Priyanto Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Kompas TV


TERBARU