> >

Setelah Sunda Empire, Muncul Kerajaan Angling Dharma, Rajanya Baginda Sultan Iskandar Jamaludin

Sosial | 21 September 2021, 21:01 WIB
Gapura Kerajaan Angling Dharma yang menghebohkan masyarakat Pandeglang, Banten. (Sumber: Kompas TV/Deden)

PANDEGLANG, KOMPAS.TV - Usai masyarakat heboh membicarakan Sunda Empire, muncul Kerajaan Angling Dharma di Kabupaten Pandeglang, Banten.

Pengikutnya mengklaim sang Baginda adalah keturunan seorang raja asli Banten.

Kompas TV pun mendatangi lokasi Kerajaan Angling Dharma. Di bagian depan, terdapat gapura khusus yang menyambut seluruh tamu. 

Gapura itu bertuliskan 'Indonesia Aman Tentram Gemah Ripah Loh Jenawi' serta tulisan berbahasa Arab.

Di dalam kompleks rumah itu, terdapat sebuah bangunan semacam saung yang disebut sebagai 'Singgasana Raja'. Di singgasana itu ada sepasang kursi dan dua payung khas keraton.

Singgasana Raja Angling Dharma. (Sumber: Kompas TV/Deden)

Baca Juga: Warga Temukan Petirtaan Kuno Yang Diduga Peninggalan Kerajaan Kediri

Seorang pengikut Kerajaan Angling Dharma bernama Aki Jamal mengatakan, pemimpin mereka ialah Baginda Sultan Iskandar Jamaludin Firdaus. Istri 'sang Baginda Sultan' bernama Siti Aisyah binti Samun. 

“Beliau memang semua kegiatannya di bidang sosial. Memang baginda ini orangnya sangat luar biasa dan saya salah satunya santri baginda,” ujar Aki Jamal, Selasa (21/9/2021).

Menurut Aki, sosok yang disebutnya sebagai 'Baginda' adalah orang dermawan yang ingin mengentaskan orang miskin.

“Baginda semua kegiatannya di bidang sosial, terutama tujuannya untuk menyejahterakan masyarakat miskin. Intinya, memanusiakan manusia,” kata Aki Jamal.

“Tulisan di depan itu sebuah simbol yang mengandung makna arti yang luar biasa. Jadi, Angling Dharma itu bahwasanya, tidak cuma Baginda, hidup kita hanya mendarma dan berbakti. Mendarma pada yang maha kuasa, yang pencipta. Dan berbakti kepada yang diciptakan,” lanjutnya.

Aki menuturkan, sosok baginda itu kerap memperbaiki atau membangun kembali rumah-rumah masyarakat miskin di sekitar mereka.

Penulis : Ahmad Zuhad Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV


TERBARU