> >

Detik-detik Penemuan Wajan Raksasa di Jambidan Bantul

Berita daerah | 1 September 2021, 16:27 WIB
Warga Kretek, Jambidan, Banguntapan, Bantul terkejut dengan penemuan wajan raksasa di areal yang akan dibangun lapangan, Selasa (31/8/2021) sore. (Sumber: Switzy Sabandar/KOMPAS.TV)

YOGYAKARTA, KOMPAS.TV- Warga Kretek, Jambidan, Banguntapan, Bantul terkejut dengan penemuan wajan raksasa di areal yang akan dibangun lapangan, Selasa (31/8/2021) sore. Sampai dengan Rabu (1/9/2021), warga yang penasaran masih berdatangan untuk melihat keberadaan wajan raksasa.

Wajan raksasa itu semula ditemukan petugas yang mengoperasikan ekskavator bernama Sri Mulyadi. Ketika ia sedang menggali tanah menggunakan alat berat, sebuah benda
ditemukan di kedalaman tiga meter. 

Benda itu berat dan besar. Petugas pun mengangkat dengan ekskavator sekitar pukul 15.00 WIB. Setelah perjuangan tiga jam, akhirnya benda yang ternyata wajan raksasa
itu bisa terangkat.

Baca Juga: Pengelola Wisata Bantul Pilih Tunjukkan Kartu Vaksin Ketimbang Pakai Pedulilindungi, Ini Alasannya

Wajan tersebut terbuat dari tembaga dengan diameter sekitar 2,5 meter dan tinggi satu meter. Wajan yang sudah berkarat itu cukup tebal bahkan ekskavator yang digunakan untuk mengevakuasi tidak sampai merusak benda tersebut. 

Menurut Edi Utama, salah satu warga, lokasi tempat penemuan wajan raksasa itu dulu dimanfaatkan sebagai tempat penampungan air. Cerita itu diperoleh dari orangtuanya.
Wajan raksasa itu digunakan untuk menampung air.

"Area itu akhirnya terbengkalai dan saya tidak pernah mengetahui wujud wajan yang diceritakan oleh orangtua," ujarnya, Rabu (1/9/2021).

Lurah Jambidan Zubaidi membenarkan cerita warganya. Pada 1970-an, lokasi itu sempat akan difungsikan sebagai tempat saluran irigasi.

Wajan raksasa itu akan dipergunakan sebagai tempat penampungan air. Air dari Sungai Opak dialirkan ke wajan untuk disalurkan ke barat (Wirokerten) dengan menggunakan
mesin diesel. 

"Tapi ternyata pembangunannya mangkrak dan oleh warga kawasan itu dijadikan perkebunan dan wajan itu pun terkubur," ucapnya.

Penulis : Switzy Sabandar Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Kompas TV


TERBARU