> >

Mobil Lama Sudah Tak Layak Jadi Alasan Gubernur dan Wagub Sumatera Barat Beli Mobil Dinas Baru

Berita daerah | 19 Agustus 2021, 07:21 WIB

PADANG, KOMPAS.TV - Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat jadi sorotan setelah keduanya membeli mobil dinas baru di tengah pandemi Covid-19.

Mobil Hyundai All New Palisade milik wagub dijual dengan rentang harga mulai dari Rp 700 juta hingga Rp 1 miliar.

Wakil Gubernur Sumatera Barat, Audy Joinaldi mengatakan mobil dinas baru yang dibelinya merupakan mobil dengan harga terendah di kelasnya.

Audy beralasan butuh mobil dinas baru lantaran mobil dinasnya yang lama, sudah tidak layak pakai.

Di tengah krisis akibat pandemi Covid-19 yang melanda negeri ini, Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat justru membeli mobil dinas baru seharga miliaran rupiah.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi beralasan pembelian mobil dinas baru dianggarkan lantaran mobil lama sudah tidak layak pakai. Menurutnya, sejumlah komponen mobil sudah rusak.

Anggaran yang dialokasikan untuk membeli satu mobil baru sebesar Rp 1,4 miliar.

Namun ia memilih untuk membeli mobil dengan harga jauh di bawah itu.

Pembelian mobil dinas baru dengan menggunakan APBD sontak menuai kritikan.

Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Muhamad Ardian menyebut penggunaan APBD harus sesuai rasa keadilan dan kepatutan.

Terlebih Sumatera Barat masih disibukkan dengan penanganan Covid-19.

Kritikan juga datang dari DPRD, Ketua Fraksi Gabungan PDI-P dan PKB DPRD Provinsi Sumatera Barat, Albert Hendra Lukman menilai pembelian mobil dinas bisa ditunda atau dialihkan anggarannya untuk kebutuhan yang lebih mendesak.

Sementara Pengamat Kebijakan Publik Universitas Negeri Padang, Eka Vidya Putra berpendapat gubernur dan wagub Sumbar bisa saja menolak pengadaan mobil dinas baru.

Kemudian, anggaran yang batal dipakai ini bisa dialihkan untuk percepatan penanganan Covid-19 di Sumatera Barat.

Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat bisa saja beralasan mobil baru diperlukan lantaran mobil dinas yang lama telah rusak.

Namun ditengah pandemi Covid-19 yang membutuhkan banyak energi dan biaya, ada baiknya untuk bijak dalam menggunakan anggaran.

Penulis : Reny-Mardika

Sumber : Kompas TV


TERBARU