> >

Tercatat Ada 320 Titik Panas di Kalbar, BMKG Supadio Imbau Masyarakat Waspada Karhutla

Berita daerah | 4 Agustus 2021, 15:43 WIB
Ilustrasi: Tercatat Ada 320 Titik Panas di Kalbar, BMKG Supadio Imbau Masyarakat Waspada Karhutla (Sumber: Shutterstock)

PONTIANAK, KOMPAS.TV - Titik panas di Kalimantan Barat (Kalbar) terus mengalami peningkatan, sejak 18 Juli hingga 4 Agustus 2021 berdasarkan pantauan satelit Lapan tercatat ada sebanyak 320 titik panas.

Titik panas yang paling banyak terdeteksi, yakni di Kabupaten Sanggau 142 titik, Sambas 20 titik, Ketapang 19 titik, Sintang 18 titik, Landak 21 titik, Kapuas Hulu satu titik, Mempawah tujuh titik, Kubu Raya enam titik, sedangkan lima daerah lainnya tidak ada titik api.

Oleh karena itu, Kasi Koordinator, Data, dan Informasi BMKG Supadio Pontianak, Kalimantan Barat Sutikno mengimbau masyarakat mewaspadai terjadinya potensi kebakaran hutan dan lahan hampir di seluruh wilayah Kalbar, hingga 7 Agustus mendatang.

"Sampai saat ini, jumlah titik panas di Kalbar terus bertambah. Untuk itu, kita mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Kalbar mengingat sampai satu pekan ke depan potensi panas di Kalbar masih akan terjadi," kata Sutikno, Rabu (4/8/2021).

Baca Juga: Sumatera Selatan Ajukan Bantuan Helikopter Padamkan Karhutla

Meski begitu, pihaknya juga menginformasikan bahwa hingga hari ini, Rabu (4/8/2021) belum terjadi potensi kabut asap di Kalimantan Barat. Sebab, sebaran titik api yang terdeteksi berada jauh dari permukiman warga.

Bahkan, aktivitas penerbangan di Bandara Supadio masih lancar dan belum terganggu. Kendati demikian BMKG meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap dampak dari kebakaran hutan dan lahan. 

"Untuk Bandara Supadio, karena di Kubu Raya hanya ada enam titik api, masih belum mengganggu aktivitas penerbangan. Namun, kita harapkan tidak ada penambahan lagi, sehingga ini harus diwaspadai bersama," kata dia.

Perlu diketahui, ancaman Karhutla tidak hanya terjadi di Kalbar melainkan juga di Riau. Sebagaimana diberitakan Kompat TV sebelumnya, Pemerintah Provinsi Riau mengalokasikan dana tidak terduga sebesar Rp50 Miliar untuk penanganan Covid-19 dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Indra, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset daerah (BPKAD) Riau, mengatakan pihaknya mengalokasikan dana dari Anggaran Pendapatan Belanja dan Daerah Perubahan (APBD-P) Riau tahun 2021.

Baca Juga: Pemprov Riau Alokasikan Dana Rp50 Miliar untuk Penanganan Covid-19 dan Karhutla

"Anggaran dalam bentuk dana tak terduga ini untuk antisipasi Covid-19 juga untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), sebab titik api sudah muncul di beberapa daerah dan bencana ulah manusia ini sama-sama membahayakan keselamatan masyarakat," kata Kepala BPKAD Riau, Rabu (28/7/2021).

Indra juga menjelaskan uang tersebut nantinya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang sifatnya mendesak selama penanganan dua bencana, baik Covid-19 dan Karhutla.

Sebelum dana tak terduga mendapat alokasi tambahan, pihak Pemprov Riau hanya memiliki sebesar Rp15 Miliar.

Pihaknya menilai dengan bencana Covid-19 yang belum tahu kapan akan selesai, Pemprov Riau akan kekurangan anggaran.

Oleh karena itu, agar dapat memenuhi segala kebutuhan mendesak, pihaknya mengalokasikan dana tambahan dari APBD sebesar Rp50 miliar.

Penulis : Nurul Fitriana Editor : Purwanto

Sumber : Antara


TERBARU