> >

Pesan Anies Kala Gelombang Kedua Covid-19 di Jakarta Mereda: Jangan Lengah, Kita Belum Menang!

Berita daerah | 31 Juli 2021, 17:33 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berpesan agar masyarakat tidak lengah meski tren gelombang kedua kasus Covid-19 di Jakarta menurun.(Sumber: KOMPAS/ TOTOK WIJAYANTO)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengklaim terjadi beberapa penurunan kasus Covid-19 di Jakarta.

Penurunan dari segi kasus aktif atau jumlah pasien, tingkat kematian, hingga positivity rate, seluruhnya menunjukkan tren menurun. 

Namun, Anies Baswedan menegaskan bahwa semua ini belum selesai.

Menurutnya, lonjakan kasus Covid-19 berpotensi kembali terjadi jika pengurangan mobilitas dan penerapan protokol kesehatan kendor.

"Kasus aktif di Jakarta yang pernah mencapai 113.000 pada tanggal 16 Juli yang lalu, kini telah turun menjadi 19.000 kasus aktif. Ini artinya kita sudah lebih rendah dibandingkan gelombang pertama di bulan Februari," kata Anies dalam keterangan video yang disiarkan kanal YouTube Pemprov DKI Jakarta, Sabtu (31/7/2021).

Bukan hanya kasus aktif, kata Anies, tapi tren pemakaman dengan menggunakan protokol Covid-19 juga menurun sekitar 150 sampai 200 pemakaman per hari.

Padahal sebelumnya, bisa sampai 350-400 kegiatan pemakaman dengan protap Covid-19. 

Bahkan, hampir 500 orang dimakamkan dengan protokol Covid-19 per harinya, sekitar 75 di antaranya meninggal di luar fasilitas kesehatan, baik saat menjalani isolasi mandiri atau dalam upaya mencari pertolongan medis.

Baca Juga: Anies Mendadak Surati Mensos Risma Soal Bansos DKI, Ada Apa?

Kendati tren menurun cukup signifikan, sejumlah parameter pandemi di Jakarta masih di atas standar aman badan kesehatan Dunia, WHO.

Positivity rate masih di kisaran 15 persen per hari, padahal standar aman WHO maksimum lima persen.

Rumah sakit untuk pasien Covid-19 juga masih di atas 70 persen, sedangkan standar aman WHO 60 persen.

"Antrean IGD memang sudah terurai, tapi ICU masih cukup padat," imbuh Anies.

Karena itu, Anies mengimbau masyarakat agar jangan kendor protokol kesehatan, termasuk juga jangan sampai lengah.

Kata dia, jangan sampai momentum perbaikan atau penurunan menjadi bumerang karena buru-buru merasa senang. 

Buru-buru merasa berhasil, lalu masyarakat mulai berkegiatan bebas.

"Terus kurangi mobilitas, terus jaga protokol kesehatan dengan ketat, harus sampai tuntas," imbau Anies.

"Saya ingatkan juga, hati-hati. Ini belum selesai. Kita belum menang!"

Baca Juga: Gubernur Anies Melepas Distribusi Bansos Beras Premium untuk Warga DKI Jakarta 

Penulis : Hedi Basri Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV


TERBARU