> >

Polda Metro Beri Penjelasan Peningkatan Mobilitas Masyarakat di Masa PPKM Level 4 Jakarta

Berita daerah | 29 Juli 2021, 15:43 WIB
Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo (Sumber: ntmcpolri)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengungkapkan terjadi peningkatan mobilitas masyarakat sejak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 diterapkan. 

Seperti dikertahui, PPKM Level 4 yang dilaksanakan mulai 26 Juli hingga 2 Agustus 2021 ini merupakan perpanjangan dari PPKM Darurat. 

“Tiga hari terakhir ini terjadi peningkatan mobilitas oleh masyarakat,” kata Sambodo dikutip dari NTMC Polri, Kamis (29/7/2021).

Menurut penjelasannya, peningkatan mobilitas terjadi karena pada masa PPKM Level 4 sebagian sektor non-esensial dan non-kritikal dibuka kembali.

“Mungkin hal ini memang (karena) di PPKM level 4 yang terakhir ini kan ada ketentuan bahwa bengkel, barber shop, laundry itu sudah mulai buka. Pekerja-pekerjanya berarti sudah melaksanakan mobilitas,” ungkapnya. 

Sambodo menjelaskan, selain di jalan arteri, peningkatan mobilitas masyarakat juga terpantau terjadi di tiga gerbang utama menuju Jakarta.

Baca Juga: Pantauan Penyekatan PPKM Level 4 di Kawasan Underpass Basura, Jakarta Timur

Volume lalin di tiga gerbang tol ke Jakarta, lanjut dia, mengalami peningkatan hingga 30 persen selama tiga hari terakhir ini.

“Kalau dihitung dari volume arus lalu lintas dari tiga gerbang tol utama yang menuju Jakarta, yaitu Ciliitan, Tomang dan Halim bahkan terjadi peningkatan sampai dengan 30% dibandingkan dengan minggu sebelumnya,” jelasnya. 

Sambodo menambahkan, selama PPKM level 4 ini berlaku, pemeriksaan Surat Tanda Registrasi Pekerja di titik-titik penyekatan masih diberlakukan. Namun sudah tidak ada lagi antrean di titik penyekatan.

“Masih kita berlakukan. Petugasnya sama yang melintasnya sama setiap hari ketemu jadi kan dia pasti hapallah ini orang punya STRP apa enggak, sehingga terlihat seperti longgar padahal memang dari jauh dia sudah punya STRP sudah menunjukkan dan sudah ketemu.” ujar Sambodo. 

Sementara untuk ojek online, dia menuturkan tidak perlu diperiksa, karena petugas di lapangan sudah mampu mengidentifikasi pengendara yang melintas.

"Sehingga memang di beberapa titik penyekatan sudah tidak lagi terjadi antrean walaupun volumenya tetap ada,” tandas dia. 

Baca Juga: Polda Metro: BOR Wisma Atlet Turun Jadi 68 Persen, Masyarakat Diminta Tetap Kurangi Mobilitas

Penulis : Isnaya Helmi Editor : Purwanto

Sumber : Kompas TV/ntmcpolri.info


TERBARU