> >

RSUP DR Sardjito Tambah 65 Bed ICU Pasien Covid-19, Menteri PUPR: Awal Agustus Siap Dipakai

Berita daerah | 27 Juli 2021, 23:51 WIB
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat groundbreaking Tol Cinere-Jagorawi Seksi 3 Kukusan-Cinere (28/05/2021) (Sumber: Kementerian PUPR)

YOGYAKARTA, KOMPAS.TV - RSUP Dr Sardjito tengah mengerjakan proyek pembangunan ruang isolasi Intensive Care Unit (ICU) untuk menanggani pasien Covid-19 di lantai 3 Gedung Parkir RSUP Dr Sardjito.

Rencananya akan ada penambahan 65 tempat tidur (bed). Saat ini, kapasitas RSUP Dr Sardjito telah memiliki 150 ruang ICU rujukan pasien Covid-19. Saat ini ketersediaan Bed Occupancy Ratio (BOR) mencapai 91,89 persen, sehingga butuh adanya penambahan. 

Gedung ICU yang akan dibangun memiliki 65 bed yang terdiri atas, 62 bed untuk perawatan dan dua bed ruang cuci darah pasien Covid-19, serta satu bed untuk penempatan ektracorporeal membrane oxygenator (ECMO) sebagai fasilitas paru-paru  dan jantung pasien Covid-19 masa pemulihan.

Selain itu juga akan penambahan peralatan medis, tenaga kesehatan konsultasi anestesi dan perawat bersertifikat.   “Sebagai rumah sakit rujukan Covid-19, RSUP Dr Sarjito minimal membutuhkan 200 bed ICU untuk melayani kebutuhan masyarakat,” kata Menteri Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (Men PUPR) Basuki Hadi Muljono saat meninjau pembangunan gedung ICU, Selasa (27/7/2021).

Pembangunan tambahan 65  ruang ICU ini ditargetkan selesai lima hari lagi atau pada 2 Agustus sudah selesai. Harapannya dua hari setelahnyaa sudah bisa dimanfaatkan untuk menangani pasien. Kementerian Kesehatan akan memberikan alat-alat kesehatan yang akan digunakan dalam ruang ICU.  “Untuk peralatannya akan mulai dikirim dan masuk pada tanggal 30 Juli 2021,” katanya.

Direktur Utama RSUP Dr Sardjito Eniarti mengatakan, pembangunan tambahan ruang ICU tersebut dilengkapan peralatan yang mendukung pelayanan kritis, seperti  ventilator, bedsite monitor dan peralatan medis lainnya.

Semua peralatan disiapkan pemerintah, sedangkan sumber daya manusia (SDM) RSUP Dr Sardjito telah menyipakan tenaga yang sebagian besar dari Badan PPSDM Kemenkes yang memiliki kompetensi keperawatan khusus sesuai dengan kebutuhan.  

“Selain itu kami juga telah menyiapkan dua isotank (tempat tabung oksigen sentral) yang mampu menampung 20 ton oksigen liquid. Dengan daya tampung yang lebih banyak ini, maka kebutuhan oksgen akan lebih terjamin,” katanya.  

Penulis : Herwanto

Sumber : Kompas TV


TERBARU