> >

Layanan Kanwil Kemenkumham Sulsel saat PPKM

Berita daerah | 27 Juli 2021, 17:21 WIB

 

layanan publik pada Kanwil Kemenkumham Sulsel di era Pemberlakuan Pembatasan Pergerakan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 di kota makassar, dilakukan secara daring.  (Sumber: kanwilkumham sulsel)

MAKASSAR, KOMPAS.TV - Kepala Divisi pelayanan hukum dan Ham (Kadivyankumham) Kanwil kemenkumham Sulsel Anggoro Dasananto, Selasa (27/7) mengatakan bahwa layanan publik pada Kanwil Kemenkumham Sulsel di era Pemberlakuan Pembatasan Pergerakan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 di kota makassar, dilakukan secara daring. 

Menurut Anggoro, layanan hukum dan Ham yang ada yakni, pertama konsultasi pendaftaran Kekayaan intelektual ( KI)  seperti , hak cipta, paten, merek, desain industri, dan kekayaan intelektual komunal. Kedua,  layanan konsultasi administrasi Hukum Umum seperti layanan kenotariatan , badan hukum  dan fidusia. Ketiga layanan konsultasi dan harmonisasi produk hukum daerah dan keempat layanan pengaduan terkait Hak Asasi Manusia. 

”Ahamdulillah sebelum PPKM pun layanan kami sudah ditransformasi dari manual ke teknologi informasi," Mata Anggoro. 

Layanan daring tersebut antara lain LAKIDIGI (Layanan Kekayaan intelektuan  Digital), LASERDOR (Layanan Sertifikat Kekayaan intelektual  Door to Door), LAKISELAM (Layanan Kekayaan Intelektual  Sebelum Terlambat), Harmonisasi Ranperda  daring, Layanan Yankomas on line, LARIS ON LINE (laporan bulanan notaris secara on line). 

Anggoro memberikan contoh , dalam LAKIDIGI berisi  Informasi KI, Konsultasi Pendaftaran/Pencatatan KI yang sebelumnya dilakukan secara tatap muka/konvensional diubah menjadi daring. Kalau dulu untuk konsultasi pendaftaran merek saja  harus datang jauh jauh dari Palopo , sekarang hanya telepon atau WA ke nomor Layanan KI Kantor Wilayah di 08568728923, maka akan dipandu oleh duta layanan kami. 

”Karena layanan daring tersebut PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) Kekayaan Intektual (Januari-Juli 2021) sebesar Rp.1,188 Milyar meningkat dari periode yang sama tahun 2020 yang hanya Rp 781 Juta," Kata Kadivyankum Anggoro. 

Kakanwil Kemenkumham Sulsel Harun Sulianto mengatakan pihaknya berupaya membuat Inovasi agar pelayanan publik di Kemenkumham Sulsel mempermudah, mempercepat dan menghemat biaya karena  tanpa perlu datang langsung ke kanwil. 

Menurut Kakanwil Harun, untuk mempermudah masyarakat pihaknya juga menyediakan konsultasi layanan dan pengaduan menggunakan telepon dan WA selain aplikasi. 

Selain layanan bidang hukum dan HAM, layanan pemasyarakatan dan imigrasi juga sebagian besar telah menggunakan aplikasi dari ditjen Pemasyarakatan dan Ditjen Imigrasi. 

Penulis : KompasTV-Makassar

Sumber : Kanwilkumham Sulsel


TERBARU