> >

Penerapan PPKM Level 4, Supir Angkot di Balikpapan: Susah Cari Rezeki, Susah Makan

Berita daerah | 23 Juli 2021, 22:20 WIB

BALIKPAPAN, KOMPAS.TV - Suasana sepi masih terjadi di Terminal Batu Ampar, Balikpapan Utara. Sepinya penumpang ini karena diberlakukannya PPKM Level 4. 

Tampak para supir angkutanpun mengeluhkan hal ini. Bukan tak ingin bekerja, lain, namun memang karena situasi. Mereka terpaksa berdiam diri, mulai darai PPKM Darurat, hingga berubah menjadi PPKM Level 4, tak ada satupun penumpang yang mereka angkut.

Salah satu supir Herianto mengatakan sudah sangat bersyukur apabila mengangkut penumpang dalam sekali perjalanan pulang pergi.  

"Kalau normal bisa tiga kali pulang pergi. Satu hari bensin Rp 100 ribu dan setoran Rp 50 ribu, lalu bisa dapat Rp 50 ribu, tapi sekarang susah sekali. Gaji Rp 20 ribu pun gak bisa," ungkap supir jurusan Batu Ampar-Gunung Sari-Klandasan-Muara Rapak-Pelabuhan

Karena kondisi penumpang sepi, warga Kampung Baru, Balikpapan Barat ini pun kerap tak memberi setoran pada pemilik angkot.

"Mau bagaimana lagi, memang tidak ada penumpang. Kalau dulu masih normal, masih bisa kami akalin, bisa nombok tapi besoknya kalau dapat lebih bisa dibayarkan setorannya," sambungnya.

Heri pun khawatir akan kondisi keluarganya. Pasalnya, masih ada dua anak dan istri yang menjadi tanggungannya.

"Anak saya ada empat, tapi dua sudah nikah. Tinggal dua anak lagi yang masih tanggungan. Makanya khawatir juga kalau kondisinya seperti ini terus," keluhnya.

Hal senada disampaikan supir lain, namanya Ramlan. Lelaki berumur 61 tahun ini mengaku sangat kesusahan.

Tapi Ramlan masih bisa optimis, karena berbeda dengan Heri, Ramlan tak memiliki tanggungan apapun. Ia juga sudah berpisah dengan sang istri.

"Kalau saya jangankan membayar setoran, terkadang saja minjam uang sama yang punya angkot," pungkasnya. 

Penulis : Herwanto

Sumber : Kompas TV

Tag

TERBARU