> >

Kasus Covid-19 di Jakarta Masih Tinggi, Wagub: Tes PCR Kami 21 Kali Lebih Banyak dari Standar WHO

Peristiwa | 15 Juli 2021, 10:15 WIB
Ilustrasi varian baru Covid-19 diumumkan WHO sebagai Variant of Interest. Varian Lambda adalah varian virus corona dari Peru yang pertama kali teridentifikasi pada Agustus 2020. (Sumber: SHUTTERSTOCK/Lightspring)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Angka kasus harian Covid-19 di wilayah DKI Jakarta masih tergolong tinggi. Rabu (14/7/2021), DKI mencatat penambahan kasus poistif sebanyak 12.667 kasus baru sehingga total akumulasi kasus positif di Jakarta sebanyak 701.910 dengan jumlah kasus aktif sebanyak 99.751 kasus. 

Dari jumlah total kasus positif, sebanyak 592.556 orang dinyatakan telah sembuh dengan tingkat kesembuhan 84,4 persen, dan total 9.603 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,4 persen, sedangkan tingkat kematian secara nasional sebesar 2,6 persen.

Terkait peningkatan kasus ini, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengatakan, bahwa salah satu penyebab tingginya angga ini karena tes swab PCR yang tinggi. 

"Pekan terakhir mencapai 211.920 (tes swab PCR). Itu artinya sudah 21 kali lebih besar dari standar yang diminta WHO," kata Riza melalui rekaman suara, Rabu (14/7/2021) malam.

Baca Juga: Update Corona 14 Juli: DKI Jakarta Catat 12.667 Kasus Baru Covid-19, Hampir 14% Ditemukan pada Anak

Ia menjelaskan bahwa strategi pemerintah provinsi DKI Jakarta yakni dengan mengetahui titik-titik penyebarannya melalui testing. 

"Semakin banyak testing, semakin kami mengetahui di mana titik-titik penyebaran, dengan demikian kami bisa melakukan kontak tracing dan pada akhirnya kita melaksanakan yang namanya treatment. Inilah cara yang paling baik sesuai standar yang diminta WHO," ujar Riza. 

Bahkan, Riza mengklaim, Jakarta memberikan kontribusi jumlah tes PCR sebanyak 31,8 persen kepada pemerintah pusat. Tingginya angka kasus positif ini disebut Riza sebagai konsekuensi dari tingginya angka tes swab PCR. 

Riza meminta agar masyarakat jangan panik dan tetap melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat. 

"Tetapi, masyarakat jangan panik, jangan kaget, semua harus ktia hadapi bersama. Tugas pemerintah melaksanakan 3T dan menyiapkan berbagai fasilitas; RS rujukan, laboratoritum, tenaga kesehatan yang terus kita tambah, oksigen, vitamin, obat-obatan, seluruh program terus kita tingkatkan," ujar Riza. 

Baca Juga: Warga Isolasi Mandiri, Wagub DKI: Aktif Laporkan ke RT

Ia menekankan bahwa seberapa baik dan cepatnya pemerintah menyiapkan fasilitas kesehatan, namun, tanpa dukungan dan partisipasi masyarakat dalam menjalanka protokol kesehatan, maka itu tidak ada artinya. 

"Masyarakat semua berada di rumah, laksanakan prokes (dengan) bertanggung jawab dan PPKM darurat sebaik mungkin. Jika kita lakukan tiga hal ini, inshallah akan terjadi penurunan signifikan pada akhirnya kita memutus mata rantai penyebaran covid-19," kata Riza. 

 


 

Penulis : Hasya Nindita Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas TV


TERBARU