> >

Varian Delta Telah Masuk Salatiga, Tetap Waspada dan Patuhi Protokol Kesehatan

Update corona | 10 Juli 2021, 09:52 WIB
Ilustrasi virus corona, penyebab Covid-19. (Sumber: Shutterstock)

SALATIGA, KOMPAS.TV - Covid-19 varian Delta terkonfirmasi telah masuk di Kota Salatiga, Jawa Tengah, setelah penelitian terhadap sampel dari beberapa pasien menunjukan hasil yang demikian.

Wali Kota Salatiga Yuliyanto mengatakan bahwa pengambilan sampel tersebut sudah dilakukan bulan lalu, Juni 2021.

"Ini hasilnya sudah keluar dan diketahui, ada jenis Delta terhadap beberapa pasien tersebut," kata Yuliyanto seperti dikutip dari Kompas.com, Sabtu (10/7/2021).

Sampel pasien Covid-19 yang diambil di antaranya berasal dari Puskesmas Tegalrejo, Puskesmas Cebongan, dan Puskemas Sidorejo Lor.

Baca Juga: Kurang dari Satu Jam, Kuota Pendaftaran Vaksinasi Covid-19 di RSPAW Salatiga Sudah Terpenuhi

Yuliyanto menambahkan, selain karena terjadi lonjakan kasus Covid-19 bulan lalu, fakta bahwa varian Delta sudah menyebar luas juga menjadi sebab kemunculannya di Salatiga.

Oleh karena itu, Yuliyanto mengimbau masyarakat untuk waspada dan hati-hati dalam beraktivitas dengan selalu mematuhi protokol kesehatan.

Termasuk Instruksi Menteri Dalam Negeri (Imendagri) tentang PPKM Darurat harus dipatuhi agar Covid-19 tak semakin meluas.

"Gunakan masker dobel jika beraktivitas, selalu cuci tangan, jauhi kerumunan, kurangi mobilitas. Jangan disepelekan, Delta ini lebih ganas," ujar Yuliyanto.

Baca Juga: Ketua MUI Cholil Nafis Positif Virus Covid-19 Diduga Terpapar Setelah dari Salatiga

"Batasi aktivitas sementara waktu. Kami juga akan kembali memberlakukan (program) Salatiga di Rumah Saja pada Minggu (11/7/2021) agar mobilitas masyarakat berkurang," imbuhnya.

Menurut Yuliyanto, kebijakan Salatiga di Rumah Saja yang diterapkan pada 4 Juli 2021 dinilai mampu mengurangi tambahan kasus Covid-19.

"Seminggu ini tidak ada penambahan kasus di atas 100. Sebelumnya di atas itu, bahkan pernah juga 200-an. Jadi kita semua harus disiplin agar ini semakin terkendali," kata Yuliyanto.

Penulis : Aryo Sumbogo Editor : Fadhilah

Sumber : Kompas TV


TERBARU