> >

Sebanyak 76 Pasien Covid-19 di Kota Bekasi Meninggal Saat Isolasi Mandiri

Update corona | 7 Juli 2021, 16:00 WIB
Suasana pemakaman korban Covid-19 di TPU Rorotan, Jakarta Utara, Rabu (23/6/2021). Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di DKI Jakarta pada hari tersebut naik 3.514 kasus. Penambahan jumlah kasus tersebut menaikkan angka jumlah total kasus Covid-19 di DKI Jakarta menjadi 486.957 kasus. (Sumber: Kompas.id/Rony Ariyanto)

BEKASI, KOMPAS.TV – Sebanyak 76 warga yang terpapar Covid-19 di wilayah Kota Bekasi meninggal saat menjalani isolasi mandiri. Jumlah tersebut berdasarkan data dari LaporCovid19, selama periode Juni sampai 6 Juli 2021.

Tingginya kasus kematian pasien Covid-19 di Kota Bekasi menempatkan Bekasi sebagai daerah dengan angka kematian tertinggi pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Bekasi Vevie Herawati mengatakan, di kota itu pada 5 Juli 2021 jumlah warga yang terinfeksi Covid-19 dan tengah menjalani isolasi mandiri mencapai 3.738 orang.

Vevie menyampaikan, terkait jumlah kematian pasien Covid-19 di Kota Bekasi saat menjalani isolasi mandiri, meminta Kompas untuk memastikan tanggal pasti kematian dari puluhan pasien itu.

”Kalau terkait jumlah, kan, harus jelas. Mulai dari tanggal berapa sampai berapa,” kata Vevie pada Selasa (6/7/2021) sore, dikutip dari laman Kompas.id.

Baca Juga: Nakes Terbatas, Kematian Pasien Covid-19 Saat Isolasi Mandiri Terus Bertambah

Adapun pada 5 Juli 2021, berdasarkan data laman corona.bekasikota.go.id, jumlah keseluruhan pasien Covid-19 di Kota Bekasi yang sedang menjalani isolasi atau perawatan sebanyak 4.676 kasus. Artinya, ada 79,94 persen pasien Covid-19 di daerah itu yang sedang menjalani isolasi mandiri.

Secara terpisah, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, Senin (5/7/2021) saat ditemui di Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, tak membantah tingginya kasus kematian pasien Covid-19 saat menjalani isolasi mandiri di rumah.

Dia mengatakan, pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri berpotensi mengalami perburukan dalam waktu cepat terutama kesulitan bernapas atau sesak napas.

”Sekarang tren Covid-19 ini, kan, sesak napas. Barusan Sekretaris Kelurahan Pejuang meninggal di tengah jalan karena sesak napas. Varian (Covid-19) ini cepat sekali,” ujar Rahmat.

Penulis : Fransisca Natalia Editor : Purwanto

Sumber : Kompas TV


TERBARU