> >

Kapolda Papua Sebut Kerusuhan di Yalimo Berpotensi Menjadi Perang Suku

Peristiwa | 1 Juli 2021, 20:17 WIB
Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri dalam sebuah acara di Mapolda Papua. (Sumber: Tribrata TV via Tribunnews)

"Saya juga sudah bertemu dengan paslon 01 dan berharap mereka membantu meredam emosi para pendukung sehingga tidak melakukan aksi anarkis", ucap Fakhiri.

Baca Juga: 5 Fakta Kerusuhan di Yalimo, Papua: Massa Bakar Kantor Pemerintah karena Tak Puas Hasil Sidang MK

Selain menemui paslon 01, Fakhir mengaku akan segera bertemu dengan paslon 02 pasangan Lakius Peyon dan Nahum Mabel.

Lebih lanjut, Fakhiri mengakui pihaknya ada kesalahan prediksi yang dibuat Polres Yalimo.

Sebab, Polres Yalimo sebelumnya meyakini pasangan Erdi Dabi-Jhon Wilil akan menang di MK.

Karena itu, dipastikan tidak akan ada reaksi berlebihan dari para pendukung masing-masing pasangan calon.

Baca Juga: Kerusuhan di Yalimo hingga 7 Kantor Pemerintahan Dibakar, Kapolda Papua Kerahkan 2 SST Brimob

"Kapolres percaya tidak akan ada masalah sehingga mengembalikan BKO yang ada di Yalimo hingga personel TNI/Polri di kabupaten ini hanya 103 personel, 40 personel di antaranya adalah anggota Polres Yalimo," ujat Irjen Pol. Fakhiri.

Baru setelah terjadi insiden kerusuhan, sejak Rabu (30/6/201) Polda Papua sudah menambah pasukan Brimob ke Elelim guna membantu mengamankan wilayah itu.

"Bahkan dalam waktu dekat, dirinya bersama Pangdam XVII Cenderawasih akan ke Elelim untuk bertemu langsung dengan masyarakat bersama para paslon," tutur Fakhiri.

Baca Juga: Kerusuhan di Yalimo hingga 7 Kantor Pemerintahan Dibakar, Kapolda Papua Kerahkan 2 SST Brimob

Seperti diketahui, Pilkada Kabupaten Yalimo diikuti dua pasangan calon bupati dan wakil bupati yakni paslon Erdi Dabi-Jhon Wilil dan paslon Lakius Peyon dan Nahum Mabel.

Penulis : Tito Dirhantoro Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Kompas TV


TERBARU