> >

Sedihnya Pengantin di Sragen Ini, Pesta Resepsi Batal Digelar karena Kedua Mempelai Positif Covid-19

Berita daerah | 1 Juni 2021, 17:13 WIB
Ilustrasi pengantin wanita yang tampak menutup mata sembari menunduk. (Sumber: Pulse.ng via Tribunnews)

SRAGEN. KOMPAS.TV - Pasangan pengantin di Sragen, Jawa Tengah, ini sedih.Momen yang ditunggu-tunggunya yakni pesta resepsi pernikahan batal digelar.

Keduanya malah harus menjalani isolasi mandiri lantaran terinfeksi Covid-19. Baik mempelai pria maupun mempelai wanita.

Sedianya acara resepsi tersebut sudah dipersiapkan dengan sebaik mungkin.

Tepatnya di Desa Blimbing, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

Namun apa daya, ketika H minus satu (H-1) atau sehari sebelum resepsi digelar, sang mempelai perempuan ternyata terkonfirmasi positif Covid-19.

Celakanya, si mempelai pria pun juga diketahui mengalami hal yang sama dengan mempelai perempuan yakni juga terpapar Covid-19.

Walhasil, resepsi pernikahan pun diputuskan batal digelar.

Baca Juga: Sejumlah Fakta Pengantin Pria Jatuh dari Lantai 7 Hotel di Manado

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati pun membenarkan kabar tersebut dan menyebut bahwa rencana awal resepsi pernikahan sedianya digelar pada Sabtu (29/5/2021) akhir pekan lalu.

Kusdinar mengatakan, awal mula mempelai perempuan diketahui positif corona adalah saat melakukan pemeriksaan di rumah sakit.

Setelah melangsungkan akad nikah, mempelai wanita diketahui hamil, namun tak berselang lama mengalami keguguran.

"Setelah dibersihkan ke rumah sakit, semua yang memerlukan tindakan medis harus dilakukan swab antigen, ternyata hasilnya positif," papar Bupati.

Dari Satgas Covid-19 tingkat kecamatan langsung melakukan tracing, terutama kepada orang terdekat mempelai wanita.

"Kami lakukan tracing ke orang terdekat, yang tentunya suami dan keluarga inti, ternyata juga positif," ungkap dia.

Baca Juga: Viral, Anggota TNI Bubarkan Resepsi Pernikahan

Banyaknya anggota keluarga yang terpapar virus corona, satgas terpaksa membatalkan hajatan yang tinggal menunggu jam tersebut.

"Pada hari Minggunya kan akan menggelar resepsi, terpaksa kita batalkan, jadi ketemu sebelum resepsi, itu yang harus kita jaga (pencegahan)," kata dia.

Dikarenakan belum menggelar hajatan, maka penularan tersebut masih dalam kategori klaster keluarga.

Terkait penyebaran penularan yang terjadi, hari ini satgas telah kembali melakukan tes swab kepada orang yang diduga pernah kontak dengan pasien.

"Bisa juga yang rewang berhari-hari ini pun kita akan lakukan swab juga hari ini, hasilnya belum keluar," jelas Kusdinar seperti dikutip dari Tribunnews, Selasa (1/6/2021).

Selain di RSUD, ketersediaan bed di Technopark Sragen masih tersisa banyak.

"Saat ini, di Technopark ada 102 pasien dari total 260 bed," katanya.

Di tengah pandemi corona saat ini, dia menyebutkan perekonomian tetap harus berjalan.

"Iya ekonomi tetap jalan, yang penting kita himbau kepada masyarakat untuk tetap menjalankan protokol kesehatan," pungkasnya.

Baca Juga: Langgar Prokes, Resepsi Pernikahan di Jakarta Timur Ini Dibubarkan Satgas Covid-19

Penulis : Gading Persada Editor : Deni-Muliya

Sumber : Kompas TV


TERBARU